Virus Corona
Perilaku Hidup Bersih Penting untuk Memutuskan Mata Rantai Penularan Covid -19
PANDEMI COVID-19 (Coronavirus disease 2019) yang sedang melanda dunia saat ini merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat
Oleh: Welly B Pesik, SKM
Pensiunan ASN Dinas Kesehatan Sulut
PANDEMI COVID-19 (Coronavirus disease 2019) yang sedang melanda dunia saat ini merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia dan semua bangsa di muka bumi ini.
Sebagaimana disebutkan pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tujuan kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah untuk melindungi, mencerdaskan rakyat serta memajukan kesejahteraan umum.
Indikator derajat kesehatan masyarakat dapat kita ketahui dari tinggi rendahnya angka sakit (morbidity rate), angka kematian (mortality rate), status gizi bagi bayi dan balita, angka kematian ibu melahirkan (mother mortality rate), serta baik buruknya kondisi sanitasi lingkungan seperti terjadinya penyediaan air bersih, sistem pembuangan air limbah, pembuangan sampah dan sebagainya.
Ada slogan-slogan yang sering disampaikan oleh pemerintah terutama para motivator kesehatan masyarakat : Health is nothing, but without health nothing. Artinya kesehatan bukanlah segalanya, tetapi segalanya tanpa kesehatan menjadi sia-sia tak berarti.
Pandemic COVID-19 ini membuktikan bahwa slogan tersebut sungguh benar adanya. Semenjak Covid-19 ini muncul dan menjadi outbreak pada tahun 2019 lalu di Provinsi Kubei, Wuhan, Tiongkok, kemudian terus menyebar hingga kini sudah 188 negara yang warganya terjangkit. Penularan Covid-19 ini telah melumpuhkan semua sendi-sendi kehidupan masyarakat di semua negara yang terjangkit.
Terutama di sektor perekonomian, pariwisata, industri, olahraga nasional maupun internasional, bahkan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ibadah bersama dari semua umat beragama telah terganggu oleh COVID-19 ini.
• Hanya 5 Menit, Ilmuwan di Singapura Sukses Ciptakan Alat Uji Virus Corona
• 83 Warga Luar Sulut Masuk Bolmong, Pemkab Buat Pos di Pelabuhan Labuan Uki
• Punya Fungsi Sama dengan Aplikasi Milik Singapura, Kominfo Ubah Nama TraceTogether Jadi PeduLindungi
Saat penulis menulis terdata sudah 188 negara yang tertular Virus Corona dengan jumlah kasus 308.350 orang dengan jumlah kematian sudah 10.050 kematian. Case totality rater berkisar 3-4% dari jumlah penderita. Demikian pula tingkat kesembuhan penderita COVID-19 ini masih tergolong rendah/kurang dari 40%.
Bila dibandingkan dengan penyakit flu burung, SARS, MERS yang juga penyebabnya virus tingkat kematiannya lebih tinggi daripada COVID-19. Di Indonesia sudah sekitar 305 kasus dengan kematian 48 orang.
Selanjutnya saya ingin menguraikan beberapa istilah dalam ilmu kesehatan masyarakat, epidemiologi dan bio statistik yang saya pelajari saat kuliah di dunia pendidikan kesehatan, karena bagi beberapa masyarakat yang kurang memahami atau ketidaktahuan sehingga dapat menimbulkan berbagai pemahaman yang keliru terkait virus ataupun penyakit menular.
Epidemiologi yaitu salah satu ilmu dalam bidang kesehatan yang mempelajari tentang penyebaran suatu penyakit menular menurut person, time, pleace(orang,waktu,tempat). Secara sederhana artinya demikian.
Endemis yaitu penyebaran penyakit menular yang sudah biasa timbul tenggelam menyerang pada masyarakat di suatu wilayah dan penyakitnya bersifat kronis. Contoh: Malaria di Papua dan daerah epidemis malaria lainnya. Penyakit TBC juga endemis di Indonesia/kasus TBC sekitar 1.000 penderita dengan kematian banjir 100.000 (CFR TB = 10%).
Epidemic (wabah) yaitu penyebaran penyakit yang bersifat akut. Dari mulanya tidak ada kasus tiba-tiba muncul kasus di suatu wilayah. Contoh demam berdarah yang penyebarannya melalui nyamuk aedes yang merusak sistem peredaran darah terutama trombosit darah. Memutuskan rantai penularannya dengan melakukan 3 M atau PSN (Pembasmian Sarang Nyamuk).
Pandemi yaitu penyebaran penyakit yang lebih cepat daripada wabah epidemic. Penyebarannya meluas baik antar negara maupun benua. Wabah ini sering disebut wabah setan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/welly-buang-pesik.jpg)