Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Sosok Bos yang Harta Kekayaannya Lenyap Rp 71,3 Triliun Gara-gara Virus Corona

Virus corona belum sepenuhnya terbendung dan harga minyak jatuh, Kedua hal tersebut membuat bursa saham dunia termasuk Indonesia anjlok.

Editor:
Istimewa
Bos Djarum, Budi Hartono 

Intinya perusahaan menjaga agar proses pembuatan rokok berkelanjutan sehingga stok rokok di pasar tidak pernah kosong.

Pun jika terjadi lonjakan permintaan, proses produksi pada setiap pabrik terjamin.

Gabungan antara produk yang berkualitas dan produksi yang berkesinambungan menjadikan pabrik rokok dapat menciptakan varian-varian baru.

Lalu terjadi perubahan zaman.

Terjadi pula perubahan perilaku konsumen.

Ditambah dengan persaingan antar produk rokok yang semakin sengit.

Tidak hanya antar perusahaan lokal, namun juga rokok impor gencar masuk ke pasar Indonesia.

Produk dan produksi tidak cukup.

Perlu yang namanya merek.

Produk dan produksi adalah tubuh, merek adalah roh.

Maka perusahaan-perusahaan rokok ini mulai me-rebranding mereknya.

Nama tetap sama.

Hanya perlu dipermak di sana-sini agar nama itu menjadi merek yang seksi.

Bos Djarum, Budi Hartono
Bos Djarum, Budi Hartono (Istimewa)

Jika mengeluarkan produk baru, tidak sekedar bertumpu pada merek lama, namun juga dimunculkan merek baru yang berorientasi nasional (global).

Lahirlah merek seperti AMild, Star Mild, Class, LA Light, U Mild, Pro Mild, Diplomat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved