Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Erdogan Desak Komunitas Internasional Bantu Rencananya Terkait Imigran, Uni Eropa Khawatir

Erdogan mendesak Uni Eropa membantu rencananya terkait imigran. Namun Uni Eropa khawatir akan terjadi pengulangan krisis migran.

Editor: Isvara Savitri
serambinews
Presiden Erdogan 

Tak lama, Athena merilis video yang tampaknya menunjukkan polisi Turki menembakkan gas air mata ke penjaga perbatasan Yunani, yang tidak dapat segera dikonfirmasi.

Kembali ke Ankara, pihak Erdogan mengatakan Uni Eropa harus mendukung solusi politik dan kemanusiaan Turki di Suriah jika situasi ingin terselesaikan.

Turki telah menampung hampir empat juta pengungsi.

Sebagian besar dari mereka warga Suriah dan telah memerangi pemerintah Suriah dalam upaya mencegah gelombang masuk lain dari Idlib, wilayah yang didominasi militan garis keras yang diserang Damaskus sejak Desember.

Untuk itu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell dan presiden dewan Charles Michel berjumpa dengan Erdogan di Ankara pada Rabu (04/03/2020).

Pertemuan itu menjanjikan tambahan 170 juta euro atau sekitar 189 juta dollar (Rp 2,6 triliun).

Bantuan itu diberikan untuk kelompok rentan di Suriah.

Borrell mengatakan Uni Eropa mengakui situasi sulit yang dihadapi Turki tetapi lampu hijau Turki untuk para imigran hanya memperburuk situasi.

Berbeda dengan Borrell, menteri luar negeri Perancis, Jean Yves Le Drian mengatakan Uni Eropa tidak akan menyerah pada pemerasan yang dilakukan Turki.

Dan menegaskan bahwa perbatasan benua Eropa akan terus ditutup.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erdogan Desak Uni Eropa untuk Bantu Rencananya Terkait Imigran".

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved