Pemerintah Afghanistan Tak Mau Lepas 5000 Taliban yang Ditahan, Perdamaian Terancam Batal
Taliban mengatakan pihaknya akan kembali melancarkan serangan ke pasukan keamanan Afghanistan.
Sebab perjanjian "intra-Afghanistan" seperti itu bisa berlangsung selama bertahun-tahun, ucap para analis yang dihimpun AFP.
Pertikaian antara tokoh-tokoh politik utama juga bisa memperkecil peluang terjalinnya kesepakatan.
Contohnya perseteruan Presiden Ashraf Ghani dan rivalnya, Abdullah Abdullah. Banyak yang percaya mereka tidak akan berdamai dan bersatu di depan publik.
"Sulit melihat Presiden Ghani menghadirkan delegasi yang akan diterima oleh semua lapisan masyarakat Afghanistan, terutama oposisi politik," ungkap analis kebijakan Mariam Safi kepada AFP.
Pertikaian yang terus berlanjut juga bisa melemahkan posisi Kabul dan menguatkan para pemberontak di meja perundingan.
Kalau begitu jadinya, demokrasi yang baru saja lahir di Afghanistan akan langsung menghadapi masa suram.
• Rekomendasi Universitas Indonesia: Tak Terima Tamu Asing dari Kota-Kota di Negara Terjangkit Corona
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Taliban Enggan Berdamai, Kalau 5.000 Tahanannya Tidak Dibebaskan".