Pemerintah Afghanistan Tak Mau Lepas 5000 Taliban yang Ditahan, Perdamaian Terancam Batal
Taliban mengatakan pihaknya akan kembali melancarkan serangan ke pasukan keamanan Afghanistan.
Sejak perjanjian damai ditandatangani pada Sabtu kemarin, Taliban secara terbuka "merayakan kemenangan" atas AS.
Berdasarkan perjanjian itu, pasukan AS akan meninggalkan Afghanistan dalam waktu 14 bulan secara bertahap.
Gencatan senjata ini memberi warga Afghanistan angin segar, karena akhirnya mereka bisa menjalani kehidupan tanpa takut terjadi kekerasan.
• Dokter Paru Indonesia Lega Virus Corona Masuk Indonesia, Terungkap Alasannya
4 Hal yang Perlu Anda Ketahui dari Gencatan Senjata AS-Taliban
Sebagaimana yang diberitakan AFP Selasa (25/2/2020), inilah empat hal yang perlu Anda ketahui jelang penandatanganan kesepakatan AS dan Taloban.
1. Belum tentu gencatan senjata sepenuhnya
Kedua kubu belum tentu sama-sama setuju untuk menghentikan penyerangan. Namun Taliban, AS, dan Afghanistan telah berkomitmen untuk gencatan senjata parsial selama seminggu.
Ini akan jadi keputusan yang sangat krusial, lantaran adalah kali kedua gencatan senjata terjadi sejak invasi AS pada 2001 silam.
Jika keputusan ini dipertahankan, Washington DC dan para pemberontak akan menandatangani perjanjian pada Sabtu (29/2/2020).
Dengan demikian ribuan tentara AS akan angkat kaki dari Afghanistan setelah 18 tahun lamanya, sebagai imbalan atas komitmen yang dipegang teguh Taliban.
Kabar gencatan senjata ini telah meluas ke penjuru Afghanistan. Para warga sipil turun ke jalan untuk merayakannya penuh suka cita.
Mereka menari untuk merayakan peluang berakhirnya konflik yang telah membuat puluhan ribu nyawa melayang ini.
Meski begitu serangan terisolasi masih berlanjut. Ini menunjukkan bahwa pertumpahan darah masih sulit dijaga secara permanen.
2. Rincian gencatan senjata belum jelas
Kubu Negeri "Uncle Sam" menerangkan perjanjian ini akan membuat mereka mengurangi invasi militer secara signifikan