Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Dokter Paru Indonesia Lega Virus Corona Masuk Indonesia, Terungkap Alasannya

Erlina Burhan turut angkat bicara soal 2 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif terinfeksi virus coronA

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Jakarta, Erlina Burhan turut angkat bicara soal 2 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona

Erlina mengatakan, dirinya sedikit lega, lantaran tudingan yang menyebut Indonesia tidak mampu mendeteksi virus corona terbantahkan.

Hal tersebut diungkapkan Erlina dalam acara Kabar Petang yang diunggah di kanal YouTube TVOne News, Senin (2/3/2020).

"Saya agak sedikit lega, tudingan yang mengatakan bahwa Indonesia tidak mampu memeriksa sudah terbantahkan."

"Ternyata laboratorium kita bisa menemukan yang positif (virus corona)," terang Erlina.

"Jadi yang sebelumnya negatif karena memang negatif," lanjutnya.

11 Langkah Cegah Virus Corona, Nomor Empat Harus Rajin Cuci Ini

Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini adalah mencari siapa-siapa saja yang melakukan kontak langsung dengan kedua warga yang sudah terinfeksi virus corona.

"Tapi jangan terlalu panik dan lebay juga semua warga Depok lalu harus diperiksa, ya nggak juga," jelas Erlina.

Menurut Erlina, pemeriksaan terhadap orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan dua pasien itu perlu, untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Tak terkecuali pihak medis yang melakukan pemeriksaan kepada dua orang yang positif virus corona tersebut.

"Karena yang saya dengar, pasien ini sudah dua kali ke rumah sakit, yang pertama dinyatakan sebagai ISPA."

"Dan memang tidak ada pengakuan bahwa berkontak dengan orang asing yang kemudian ternyata memang dirawat di isolasi di Malaysia."

"Tapi begitu yang kedua kalianya ada keluhan baru ada terdeteksi riwayat kontak dengan seseorang yang ternyata sedang dirawat, barulah kita semua mengatakan harus dirawat," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi mengumumkan adanya dua orang di Indonesia yang positif terinfeksi virus corona baru Covid-19.

Jokowi mengatakan, kedua Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut sempat melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved