Dinkes Sulut: Balita Cina Negatif Corona, Ini Up Date Korban

Balita berinisial YG warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, pasien yang diduga suspect virus Corona Wuhan (2019nCov)

Dinkes Sulut: Balita Cina Negatif Corona, Ini Up Date Korban
Tribun manado / Christian Wayongkere
Dr Debby Kalalo, Kadis Kesehatan Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Balita berinisial YG warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, pasien yang diduga suspect virus Corona Wuhan (2019nCov) di RSUP Prof Kandou Manado telah dipulangkan, Senin (10/2/2020). Hasil pemeriksaan sampel, bayi berumur 2,5 tahun ini negatif Corona.

Joaquin Phoenix Aktor Terbaik Oscar 2020

Kepala Dinas Kesehatan Sulut, Debbie Kalalo mengatakan, pemerintah menerapkan standar operasional prosedur terhadap pasien observasi suspect Corona. Setelah meneliti sampel pertama pasien balita asal Cina, pemerintah menerapkan tes sampel kedua di Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Kedokteran Dasar Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan RI.

"Sampel kedua dari balita GY, umur 2 tahun 6 bulan yang diperiksa, hasilnya negatif, " kata Debbie, Senin kemarin.
Kadis mengatakan, berdasarkan hasil ini dan kondisi kesehatan dari yang bersangkutan sudah membaik, tim dokter merekomendasikan untuk dapat dikeluarkan dari rumah sakit.

Lanjut dr Kalalo, disampaikan kepada masyarakat yang bersangkutan beserta keluarga tidak lagi menjadi kekhawatiran untuk kesehatan masyarakat. Adapun, sampel yang dikirimkan berupa lendir dan darah dari bayi.

Kepala Bidang Medik RSUP Prof Kandou, dr Hanry Takanseseran mengatakan, hasil pemeriksaan sudah keluar Sabtu malam. "Hasil sudah keluar dan dinyatakan 2019nCoV negatif," kata Hanry.
Ia menjelaskan, pasien sudah dipulangkan kemarin siang. "Pasien sudah dipulangkan dan yang saya ketahui dijemput sama keluarga dan teman," kata dia.
Ia bilang, untuk pemantauan lebih lanjut dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Katanya, akan ada penyampaian lebih lanjut dari dinas.

Pablo Benua dan Editor Video Vlog Ikan Asin Saling Serang, Suami Rey Utami Salahkan Deri

Sementara, korban meninggal akibat Corona di Cina melonjak menjadi 908 orang pada Senin (10/2/2020). Seperti dilansir dari South Morning China Post. Sedangkan total korban meninggal di seluruh dunia sebanyak 910 orang.

Total pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Corona hingga pagi ini adalah 40.614 kasus. Sebanyak 40.171 orang di antaranya dialami oleh orang yang tinggal di Cina, yang sebagian besar berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Jumlah korban meninggal di Cina sudah melampaui 774 kasus kematian yang terjadi saat Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003. Karena itu demi pencegahan, otoritas Negeri "Panda" sudah menutup Wuhan, kota di Hubei yang menjadi lokasi awal penyebaran virus, dan kawasan sekitarnya. Di Shanghai, pemerintah setempat menginstruksikan warganya untuk memakai masker ketika mereka berada di luar, dilaporkan AFP.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui Kepala Program Darurat Kesehatan Michael Ryan mengatakan, saat ini wabah itu berada dalam kondisi stabil. Ryan menjelaskan, kestabilan itu terjadi sebagai dampak dari upaya pemerintah Cina untuk menanggulangi patogen berkode 2019-nCov itu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, misi tim internasional sudah bertolak ke Cina pada Minggu(9/2/2020) malam.
Misi itu dipimpin Bruce Aylward. Seorang dokter asal Kanada yang merupakan veteran dalam urusan penanganan kesehatan darurat.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto menepis tudingan bahwa Kemenkes tidak memiliki alat baru pendeteksi Corona.

5 Manfaat Menakjubkan Durian Bagi Kesehatan

Menurutnya, Kemenkes telah melakukan double check di pintu-pintu masuk ke Indonesia. Selain menggunakan alat deteksi pan-Corona, Kemenkes juga menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang bisa langsung mendeteksi Corona.

PCR ini diklaim alat baru yang digunakan Litbangkes untuk mendeteksi keberadaan n-CoV. Tidak seperti pan-Corona yang bisa mendeteksi semua jenis Corona.

"Jadi kalau di Indonesia ternyata belum ada kontak langsung dengan pasien yang positif, tapi kita tetap akan memantau ya, ini kan kita sedang meneliti karena ini virus baru," katanya. (ryo/fis/cnn/kps)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved