Berita Bitung
Seperti Ini Cap Go Meh di Klenteng Seng Bo Kiong, Ada Perpaduan Adat dan Budaya Minahasa
Cap Go Meh oleh Pemkot Bitung telah rutin digelar sebagai bagian dari calender of ivent pariwisata, dilaksanakan setiap tahun jika mendapat restu
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Kepala tempayang dan sosiru yang memiliki makna membasmi berbagai hawa-hawa kotor di Bumi, lalu ada Cai Sen Ya atau sosok dewa fortuna pembawa rezeki dan keberuntungan.

Lima Barongsai Klenteng, 1 pasang naga.
Adapula hiasan kendaraan dengan berbagai tema yang ditentukan oleh panitia pelaksana.
Mulai dari tema Tiong Tan Goan Swe atau Lo Cia atau Na Cha, kereta hias Kwan Kong, musik bambu orian dari Kakaskasen, kereta hias Thian Siang Seng Bo Ma Co, kereta Hias Kwan Im disusul musik bambu Gema Manguni dari Tara-Tara.
• Olly Dondokambey Lantik Panitia Konas FK-PKB PGI di Kendari
Ada juga kereta hias Tikus logam yang merupakan Sio tahun Imlek 2571, kereta hias Mei Hoa atau bunga sakura, musik bambu orian 3 dari badai Biru Koha Minahasa.
"Ada juga barisan petugas sembahyang atau Hok Siou 3 periode dan umat. Mencerminkan teladan menjalankan amal kebijakan dalam memenuhi perintah agama," tambahnya.
Hadir pada sesi pembukaan dan pelepasan prosesi sejumlah pejabat Pemkot Bitung, Muspida Kota Bitung dan Anggota DPRD Bitung serta Provinsi Sulut.(crz)
• Pilkada Minsel, Jhon Sumual Bersedia Jadi Pendamping Michaela Paruntu