Berita Bitung
Seperti Ini Cap Go Meh di Klenteng Seng Bo Kiong, Ada Perpaduan Adat dan Budaya Minahasa
Cap Go Meh oleh Pemkot Bitung telah rutin digelar sebagai bagian dari calender of ivent pariwisata, dilaksanakan setiap tahun jika mendapat restu
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Prosesi ritual suci Goan Siau atau Cap Go Meh Tahun 2020, Imlek 2571 Klenteng Seng Bo Kiong (SBK) Kota Bitung dibuka secara resmi oleh pemerintah Kota Bitung provinsi Sulut, Sabtu (8/2/2020) di depan Klenteng yang terletak di jalan 46 atau SH Sarundajang.
Duo pimpinan Kota Bitung Wali Kota Max J Lomban dan Wakil Wali Kota Maurits Mantiri melepas arak-arakkan barisan, dengan mengibaskan bendera merah strip hijau tepat di depan mobil Dinas Pariwisata Kota Bitung.
Lomban oleh panitia pelaksana yang diketuai Andri Sutanto alias Ko Along, didaulat menyampaikan sambutan pembukan.
"Cap Go Meh merupakan event budaya, yang sangat penting dan strategis," kata Lomban.
• Prosesi Goan Siao Klenteng Seng Bo Kiong, Atraksi Tangsin Membuat Warga Terkesima
Dia jelaskan budaya Cap Go Meh oleh Pemkot Bitung telah rutin digelar sebagai bagian dari calender of ivent pariwisata, rutin dilaksanakan setiap tahun jika mendapat restu.
Sebagai wali kota berterima kasih kepada pengurus klenteng SBK, panitia pelaksana dan seluruh masyarakat Kota Bitung yang terlibat dalam proses Cap Go Meh.
Lomban berharap, event atau kegiatan ini terus dilaksanakan dan mendapat suport semua pihak dan elemen masyarakat.

"Biarlah event ini menjadi titik pendamai satu dengan lain, kebersamaan satu dengan yang lain dari budaya apapun bersama dalam iven ini dengan tekad persatuan dan kesatuan," kata dia.
Bersama jajaran Pemerintah Kota Bitung Wakil Wali Kota, sekda dan para pejabat terus gelorakan membangun kota Bitung Hebat kedepan modal utamanya persatuan dan kesatuan.
Satu diantara tercermin dalam event Cap Go Meh yang diselenggarakan Klenteng Seng Bo Kiong, menunjukan ada kesatuan dan persatuan sesama umat beragama serta umat lainnya.
• Pembunuhan di Desa Batu Woka, Korban Tewas Dua Tusukan, Ini Kronologi Kejadian
Sementara itu menurut Andri Sutanto alias Ko Along, ketua panitia pelaksana Goan Siau atau Cap Go Meh 2571 mengatakan, seperti biasa dalam kegiatan ini menghadirkan kereta hias Bhineka Tunggal Ika dan Bohusami.
Kendaraan hias dari Pemkot Bitung, FKUB Kota Bitung, barisan ratusan anak sekolah Dewi Laut membawa lampion.
"Ada juga perpaduan unsur adat dan budaya Minahasanya, seperti penampilan dan atraksi Kabasan Minahasa dari Rintek Waha serta penampilan Musik Trompet klarinet Tumaluntung grup 1," tutur Ko Along Minggu (9/2).
Dia jelaskan pada pelaksanaan arak-arakan Goan Siau, mulai dari Klenteng SBK Bitung, melintas jalan AA Maramis depan SMKN 1 Bitung, turun ke jalan RE Martadinata depan kantor DPRD Bitung, belok di jalam Sam Ratulangi depan kantor wali kota Bitung.
• Iqbaal Ramadhan Dikawal 6 Oknum Anggota TNI, Ternyata Ayah Bukan Orang Sembarangan
Lurus ke arah depan TK Nissi dan GMIM Krisuts Bitung, belok ke kompleks rumah payung Kelurahan Kadoodan sampai ke persimpangan depan rumah dinas wali kota Bitung di jalan 46/SH Sarundajang lalu masuk finish di klenteng SBK.
Arak-arak Goan Siau diisi dengan barisan ritual, mulai dari spanduk Hong Tiau Uh Sun, Kok Tae Ping An, sepasang Gong atau lonceng langit, pasukan 36 bendera yang dikomandani 5 jenderal.
Kepala tempayang dan sosiru yang memiliki makna membasmi berbagai hawa-hawa kotor di Bumi, lalu ada Cai Sen Ya atau sosok dewa fortuna pembawa rezeki dan keberuntungan.

Lima Barongsai Klenteng, 1 pasang naga.
Adapula hiasan kendaraan dengan berbagai tema yang ditentukan oleh panitia pelaksana.
Mulai dari tema Tiong Tan Goan Swe atau Lo Cia atau Na Cha, kereta hias Kwan Kong, musik bambu orian dari Kakaskasen, kereta hias Thian Siang Seng Bo Ma Co, kereta Hias Kwan Im disusul musik bambu Gema Manguni dari Tara-Tara.
• Olly Dondokambey Lantik Panitia Konas FK-PKB PGI di Kendari
Ada juga kereta hias Tikus logam yang merupakan Sio tahun Imlek 2571, kereta hias Mei Hoa atau bunga sakura, musik bambu orian 3 dari badai Biru Koha Minahasa.
"Ada juga barisan petugas sembahyang atau Hok Siou 3 periode dan umat. Mencerminkan teladan menjalankan amal kebijakan dalam memenuhi perintah agama," tambahnya.
Hadir pada sesi pembukaan dan pelepasan prosesi sejumlah pejabat Pemkot Bitung, Muspida Kota Bitung dan Anggota DPRD Bitung serta Provinsi Sulut.(crz)
• Pilkada Minsel, Jhon Sumual Bersedia Jadi Pendamping Michaela Paruntu