Komisi III DPRD Manado Gelar Hearing Soal Insinerator, SKPD Tak Berikan Data Sesuai Janji

SKPD tak hadiri hearing Komisi III DPRD Kota Manado soal proyek insinerator, padahal sebelumnya pihak SKPD sudah janji akan datang.

Komisi III DPRD Manado Gelar Hearing Soal Insinerator, SKPD Tak Berikan Data Sesuai Janji
TRIBUNMANADO/SITI NURJANAH
Komisi III DPRD Manado dipimpin Ketua Komisi Ronny Makawata, Wakil Ketua Lily Binti, Anggota Komisi Jurani Rurubua dan Anggota Komisu Frederik Tangkau gelar pendapat bersama pemerhati lingkungan di lantai satu, ruangan Komisi III, kantor DPRD Manado, Jumat (31/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Persoalan insinerator atau alat pembakar sampah masih menjadi pembicaraan hangat di Kota Manado.

Insinerator tersebut merupakan solusi untuk pembakaran sampah dikarenakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompow tak lagi bisa menampung sampah dalam jumlah besar lagi.

Namun, masalah insinerator menjadi sorotan para pemerhati lingkungan dan DPRD Kota Manado saat ini.

Mulai dari pengadaan hingga dampak polusi dari alat pembakar sampah itu sendiri.

Sbelumnya, pada Jumat 31 Januari 2020 (kemarin) Komisi III DPRD Manado menggelar rapat pendapat bersama Pemerhati Lingkungan Manado terkait insinerator atau alat pembakar sampah, di ruangan Komisi III, lantai satu, kantor DPRD Manado.

Gelar pendapat tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi III Ronny Makawata, Wakil Ketua Lily Binti, Anggita Komisi III Jurni Rurubua dan Frederik Tangkau.

Komisi III DPRD Manado dipimpin Ketua Komisi Ronny Makawata, Wakil Ketua Lily Binti, Anggota Komisi Jurani Rurubua dan Anggota Komisu Frederik Tangkau gelar pendapat bersama pemerhati lingkungan di lantai satu, ruangan Komisi III, kantor DPRD Manado, Jumat (31/1/2020).
Komisi III DPRD Manado dipimpin Ketua Komisi Ronny Makawata, Wakil Ketua Lily Binti, Anggota Komisi Jurani Rurubua dan Anggota Komisu Frederik Tangkau gelar pendapat bersama pemerhati lingkungan di lantai satu, ruangan Komisi III, kantor DPRD Manado, Jumat (31/1/2020). (TRIBUNMANADO/SITI NURJANAH)

Pada rapat gelar pendapat tersebut sempat dihadiri oleh Kepala DLH Kota Manado.

Menurut Jemmy Makasala pemerhati lingkungan Manado pengadaan insinerator di Manado tidak disampaikan ke masyarakat terlebih dahulu namun langsung sudah ada kajian secara ilmiah kalau insinerator itu aman.

"Menurut saya tidak ada insinerator ramah lingkungan. Coba pakai logika, mobil saja pakai bensin yang keluar asap bikin polusi, apalagi ini bahannya sampah dan asap yang keluar itu jelas polusi dan tidak sehat," ucapnya.

Lanjutnya, asap yang akan dikeluarkan oleh insenerator tersebut akan membahayakan para wanit.

Halaman
12
Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved