Bahan Makanan
Sering Digunakan Sebagai Pengganti Gula, Amankah Sakarin untuk Dikonsumsi?
Pemanis buatan sakarin sering kali digunakan sebagai pengganti gula. Beberapa peneliti menyatakan bahwa sakarin cenderung aman untuk dikonsumsi.
Namun, studi observasi lanjutan pada manusia belum bisa membuktikan bahwa sakarin memang memicu kanker.
Karena ketidakjelasan temuan tersebut, sakarin masuk sebagai bahan yang tidak menimbulkan kanker pada manusia.
Para ahli masih merekomendasikan agar sakarin sebaiknya dihindari.
Sebab, studi observasi tidaklah cukup sehingga diperlukan riset yang lebih mendalam terkait bahaya atau tidaknya sakarin bagi manusia.
Adakah manfaat konsumsi sakarin?
Manfaat sakarin sebenarnya tidak berasal dari pemanis buatan ini, melainkan merupakan efek positif dari pengurangan konsumsi gula.
Dengan demikian, menggantikan gula dengan sakarin berpotensi menimbulkan efek berikut ini:
1. Berpotensi menurunkan risiko gigi berlubang
Gula dapat memicu kerusakan gigi, seperti gigi berlubang.
Tak seperti gula, sakarin tidak difermentasikan menjadi asam oleh bakteri di dalam mulut.
Oleh sebab itulah sakarin sering digunakan dalam obat-obatan untuk menggantikan gula.
Walau begitu, kita biasanya mengonsumsi sakarin dari makanan olahan yang tak sehat.
Dan makanan olahan terkadang juga mengandung pemanis buatan lain yang bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan.
2. Berpotensi menurunkan berat badan
Mengganti gula dengan pemanis rendah kalori memiliki potensi untuk membantu menguruskan bobot dan menurunkan risiko kegemukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pemanis-buatan.jpg)