Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bahan Makanan

Sering Digunakan Sebagai Pengganti Gula, Amankah Sakarin untuk Dikonsumsi?

Pemanis buatan sakarin sering kali digunakan sebagai pengganti gula. Beberapa peneliti menyatakan bahwa sakarin cenderung aman untuk dikonsumsi.

Editor: Isvara Savitri
Kompas.com
Ilustrasi pemanis buatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sakarin merupakan pemanis buatan yang biasa digunakan menggantikan gula.

Bahan makanan ini menuai pro dan kontra tentang keamanannya untuk dikonsumsi. 

Sakarin adalah pemanis buatan yang tidak bernutrisi serta tidak berkalori.

Pemanis yang tak bisa dicerna tubuh ini berbentuk bubuk yang berwarna putih dan dibuat dengan mengoksidasi o-toluene sulfonamide atau phthalic anhydride.

Sakarin biasanya dicampurkan sebagai pengganti gula karena tidak mengandung kalori dan karbohidrat.

Namun, rasa manisnya lebih kuat sekitar 300-400 kali dibandingkan gula.

Sakarin sering dicampurkan dengan pemanis lain, seperti aspartam, ke dalam berbagai produk.

Pasalnya, sakarin mengeluarkan aftertaste (rasa yang tertinggal di mulut setelah makan atau minum) pahit yang mungkin tidak disukai beberapa orang.

Sebagai pengganti gula, sakarin telah ditambahkan ke berbagai makanan kemasan, seperti minuman berkarbonasi, selai, hingga kue-kue manis.

Sakarin juga dicampurkan ke banyak jenis obat-obatan.

Apakah sakarin aman untuk dikonsumsi?

Berbagai institusi kesehatan global dan regional menyebutkan bahwa sakarin cenderung aman untuk dikonsumsi.

Institusi tersebut termasuk World Health Organization (WHO), European Food Safety Authority (EFSA), dan Food and Drug Administration (FDA).

Dahulu, sakarin dicurigai menimbulkan kanker jika dikonsumsi.

Hal tersebut diutarakan karena beberapa studi pada hewan menemukan pemanis ini menimbulkan kanker kandung kemih.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved