Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Daftar 5 Jenderal Kawanua, Salah Satunya Terlibat Dalam Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma

Sejak sebelum berdirinya Republik Indonesia, banyak putra berdarah Manado yang turut serta memberikan kontribusi penuh bagi kemerdekaan.

Editor: Rizali Posumah
YoutTube.
Letnan Jenderal TNI Johny Josephus Lumintang. 

TRIBUNMAMANDO.CO.ID - Sejak sebelum berdirinya Republik Indonesia, banyak putra berdarah Manado yang turut serta memberikan kontribusi penuh bagi kemerdekaan.

Setelah Indonesia merdeka, banyak pula dari mereka yang turut bekerja memajukan Republik yang baru ini. 

Nah berikut ini ada 5 Jendral Purnawirawan TNI asal Kawanua Sulawesi Utara, di antara mereka ada yang  turut berperan dalam operasi pembebasan sandera Mapenduma Team Ekspedisi Lorenz di Irian Jaya.

1. Laksamana TNI (Purn) Rudolf Kasenda

Pria berdarah Manado kelahiran Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1934 ini, meninggal di Jakarta, 11 Juli 2010 pada umur 76 tahun,

Ia adalah Kepala Staf TNI Angkatan Laut dari tahun 1986 hingga 1989.

Selain itu ia juga pernah menjadi Duta Besar untuk Korea Selatan periode 1990 - 1993.

Pendidikan yang pernah diterima antara lain, SLA di Ujungpandang (1952) dan Institut Akademi Angkatan Laut, Surabaya (1955).

Ia pernah ditugaskan sebagai Wakil Asisten Operasi KSAL (1975-1978), Asisten Logistik Hankam (1978-1981), Panglima Armada RI (1981), dan Deputi Logistik KSAL (1985).

Rudolf Kasenda meninggal dunia pada 11 Juli 2010 disebabkan sakit jantung dan komplikasi. Jenazahnya dikebumikan di TMP Kalibata.

2. Laksamana TNI (Purn.) Bernard Kent Sondakh 

Bernard Kent Sondakh lahir di Tobelo, Halmahera, Maluku, 9 Juli 1948, pada umur 71 tahun.

Ia adalah Kepala Staf TNI Angkatan Laut dari 25 April 2002 hingga 18 Februari 2005.

Ia pernah mengikuti Kursus Komandan Kapal Atas Air (1985), Seskoal Angkatan-26 (1988/1989), Operational Artilery di Yugoslavia (1990), Sesko ABRI Angkatan-20 (1993/1994), dan KSA Angkatan-8 Lemhannas (2000).

Pernah diberi tugas sebagai Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat (1995), Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal III (1996)), Komandan Komando Pendidikan TNI AL (Kodikal; 1997), Asrena Kasal (2000), Asops Kasal (2000), dan Irjen TNI (2001).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved