Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Untuk Kesekian Kali Jalan 46 Buat Pengendara Tak Nyaman, Lomban dan Mantiri 'Tutup Mata?

Untuk yang kesekian kalinya pengendara sepeda motor dan mobil, dibuat tidak nyaman ketika melintas di jalan 46 atau jalan SH Sarundajang Kota Bitung

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
Kondisi jalan 46 atau jalan SH Sarundajang, tepat di akses masuk ke pemukiman Asabri 2 Kelurahan Girian Permai Kota Bitung Provinsi Sulut, seperti kolam air berwarna coklat ketika hujan turun 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Untuk yang kesekian kalinya pengendara sepeda motor dan mobil, dibuat tidak nyaman ketika melintas di jalan 46 atau jalan SH Sarundajang Kota Bitung, Provinsi Sulut, Selasa (14/1/2020).

Pantauan Tribunmanado.co.id, jalan yang dimaksud berada tepat di depan Perumahan Asabri 2 Kelurahan Girian Permai (Giper) Kecamatan Girian.

Jalan yang awalnya rusak hanya ditimbun begitu saja dengan material tanah, sehingga menimbulkan banyak kubangan dan genangan air setinggi lutut orang dewasa di sisi kiri dan kanan jalan.

Puncaknya ketika hujan turun, meski hanya sebentar dengan intensitas sedang jalan itu bak kolam air berwarna coklat.

Dua Motor ‘Adu Banteng’ di Jalan 46 Bitung, Pengendara Masih Bocah

Pengendara lewat harus mencari bagian yang nyaman, ada pula yang melewatkan kendaraan mereka di kubangan air warna coklat akibatnya keluar asap dari bagian depan mobil.

"Foto-foto jo kong upload di facebook," koar pria pengendara mobil ketika melintas di jalan itu.

Mobil maupun mobil kerap nyaris adu kambing dan nyaris bersinggung di bagian samping kiri kanan ketika menghindar jalan berlubang dan berair.

Sejumlah pengendara yang tertangkap kamera melintas jalan itu adalah pejabat di lingkungan Pemkot Bitung tepatnya di sekretariat DPRD Bitung dan Maickel Walewangko anggota DPRD Bitung dari fraksi PDIP.

Dukung Amalia Landjar Maju Cabup, Hanny Pantouw: Saya Akan Datang saat Kampanye di Boltim

Jalan itu setiap hari dilaluinya sebanyak tiga sampai empat kali.

"Memang sangat tidak nyaman. Mobil sering kemasukan air di bagian depan depan jika dibiarkan akan berdampak pada mesin mobil bisa mati mendadak saat sedang on," jelas Walewangko.

Kondisi ini kerap dia liat dan rasakan saat melintas, mulai dari pagi saat hendak ke kantor, istirahat makan siang bersama istri di rumah sakit tipe C Manembo-Nembo Bitung, lalu kembali ke kantor dan pulang rumah sore atau malam hari.

Ketua HIPMI Sulut Elia Kumaat Apresiasi PT Pegadaian

"Parahnya ketika di guyur hujan," tandasnya.

Pentolan komisi I DPRD Bitung berjanji akan memanggil intansi terkait untuk mempertanyakan penanganan masalah yang sudah berlarut-larut terjadi sejak sekian lama.

Ironisnya kondisi ini oleh Pemerintah Kota Bitung di bawah kepemimpinan Wali Kota Max J Lomban dan Wakil Wali Kota Maurits Mantiri, seakan hanya tutup mata dengan kondisi ini.

ODSK Tindaklanjuti Penetapan KEK Likupang, Target Serap Puluhan Ribu Pekerja

Upaya konfirmasi ke instansi terkait PUPR Bitung tidak mendapat jawaban pasti dari sang kepala Dinas Rudi Theno.

Disentil terkait upaya pembiaran dari pemerintah kota Bitung, karena sudah sejak lama tidak mampu mengatasi masalah Rudi menjawab begini.

"Sementara kajian untuk penanganan, secepatnya akan ditangani," kata Rudi ketika di konfirmasi Tribunmanado.co.id.

Janji penanganan yang akan dilakukan pemkot Bitung sepertinya hanya isapan jempol semata, pasalah keterangan atau janji demi janji keluar dari mulut sejak pertengahan tahun 2019 lalu.

Pesona Air Terjun Koloman Bolsel, Bisa Swafoto Hingga Hilangkan Stres

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved