Berita Bolsel
Pesona Air Terjun Koloman Bolsel, Bisa Swafoto Hingga Hilangkan Stres
Gemericik air sungai terdengar deras dibalik kawasan perkebunan Desa Dumagin, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten (Bolsel), Selasa (14/1/2020).
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Gemericik air sungai terdengar deras dibalik kawasan perkebunan Desa Dumagin, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Selasa (14/1/2020).
Dari balik gunung tampak air terjun mengalir deras, mengundang para pejalan kaki untuk singgah merendamkan tubuh ataupun hanya sekadar membasuh wajah, kepala, tangan dan kaki.
Air terjun Koloman namanya. Yah, itulah sebutan warga setempat untuk lokasi wisata eksotik yang terletak di ujung timur Bolsel.
Panorama alam sekitar berpadu dengan kabut serta pelangi yang ditimbulkan akibat air terjun yang membias pada cahaya, menambah indah perjalanan hari itu.
• Diskominfo Bolsel kunjungi Markas Tribun Manado
Rasanya begitu asri, udara segar, suara burung bak piano.
Lama-lama dilihat tempat ini sangat cocok untuk dijajal oleh para penggila objek wisata untuk mengabadikan foto selfie mengisi album perjalanan wisata selama berada di tanah bervisi religius.
Bagi yang berkeinginan menuju ke tempat ini jaraknya lumayan jauh.
Dari ibu kota kabupaten (Molibagu) jika ditempuh menggunakan mobil melalui perjalanan darat memakan waktu kurang lebih dua jam.
• Ketua HIPMI Sulut Elia Kumaat Apresiasi PT Pegadaian
Kemudian sesampainya di Desa Dumagin dilanjutkan menggunakan sepeda motor ataupun mobil offroad selama 25 menit.
Meski terbilang cukup jauh, lelah anda akan terobati ketika menyaksikan kemegahan dan keindahan air terjun Koloman, yang dalam kisahnya ditemukan oleh pemuda desa tersebut ketika sedang berburu, babi hutan.
Maklum saja, daerah ini banyak dihuni oleh masyarakat bersuku Sangihe beragama Kristen.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh bersama Sangadi (Kepala Desa) Karmawan Makalalag, Tribun Manado langsung mengeksplorasi air terjun dengan ketinggian kurang lebih 20 meter.
• Dukung Amalia Landjar Maju Cabup, Hanny Pantouw: Saya Akan Datang saat Kampanye di Boltim
“Lokasi ini masih termasuk kawasan hutan lindung,” jelas Sangadi.
Disela pengambilan foto, Sangadi mengatakan pihaknya terus mengembangkan objek wisata ini baik menggunakan Alokasi Dana Desa dan lain sebagainya, dengan tujuan agar dikenal dan berdampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar.
Selain itu mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk daerah dan nantinya digunakan untuk pembangunan termasuk di sektor wisata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/air-terjun-koloman.jpg)