(Opini) Jaga Kerukunan Antarumat Beragama Lewat Semboyan Torang Samua Basudara
Warga Sulawesi Utara hidup rukun dan saling menghargai. Antarumat beragama saling menghormati agama dan kepercayaan masing-masing.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
OPINI
Oleh Ventje O Jacob
Permasalahan kerukunan antarumat beragama menjadi sangat krusial.
Kerukunan antarumat beragama harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Konflik terjadi hanya terjadi antarumat beragama, melainkan juga di internal umat sesama agama sendiri. Yang terakhir ini biasanya dipicu beda dogmatika dan tata-cara menjalankan ibadah.
Suasana perayaan Kelahiran Sang Juru Selamat atau “NATAL YESUS KRISTUS" selama ini telah menunjukkan betapa rukun hubungan antarumat beragama di Sulawesi Utara.
Kerukunan itu terjadi karena masyarakat Sulut memiliki filosofie “Torang Samua Basudara", kita semua bersaudara, sama-sama ciptaan Tuhan.
Filosofie itulah yang selama ini telah memberikan kontribusi menekan angka konflik antarumat beragama maupun internal umat beragama di Sulawesi Utara.
Itulah yang membuat masyarakat Sulut bisa menjalani kehidupannya dengan aman, nyaman, tentram, dan jauh dari kecurigaan satu sama lain.
Jika suasana kehidupan seperti ini tetap terus terjaga dan kita pertahankan, maka agenda-agenda pembangunan masyarakat dan bangsa seperti:
==Memerangi kebodohan,
==Mencegah korupsi,
==Memberantas kemiskinan,
dapat dilaksanakan dengan optimal.
Namun, jika kerukunan antarumat beragama masih saja diwarnai dengan perseteruan atau konflik, maka apa yang menjadi tujuan dan cita-cita bangsa akan sulit terlaksana atau tercapai.