Citizen Journalism
Menjadi Perempuan, Melepas Belenggu Kebebasan
Memilih untuk menghargai perjuangan R.A Kartini dan Dewi Sartika soal mengangkat dan membela perempuan Indonesia agar hidup lebih dihargai dan layak
TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa hari belakangan ini, saya menjadi traumatik akan mempercayai suatu hubungan pernikahan.
Melihat banyaknya kejanggalan yang dilewati kawan-kawan saya soal menjadi istri.
Ditambah lagi pada kemarin hari, saya baru saja membaca buku karya Pram mengenai perempuan yang dijakdikan boneka dan budak seks sedari usia belia sekitar 14 tahunan pada masa penjajahan.
Puluhan, bahkan ratusan perempuan belia menjadi korban pada masa itu.
Dipaksa bersetubuh, disiksa jika tidak mengiyakan, lalu dibuang dan dibiarkan jika sudah tidak "terpakai".
Di era sekarang, kita sangat jauh lebih beruntung dari pada nenek-nenek kita kala itu.
Kita jauh lebih bisa memilih jalan kita sendiri, menentukan pasangan atas dasar kebebasan dan keinginan hati kita.
Yang saya yakini adalah bahwa dari setiap pilihan-pilihan yang kita ambil akan mengarahkan kita menjadi manusia yang berkembang, atau terkekang.
Kita selalu punya kesempatan untuk MEMILIH.
Dan yang sangat disayangkan adalah, tidak jarang perempuan-perempuan masa kini memilih untuk membiarkan kesempatan bebas mereka direnggut.
Memilih menikah belia yang terbilang belum matang secara psikis maupun fisik.
Membiarkan diri dan jiwa perempuan yang bebas, disetir, dikemudikan, ditunggangi.
Saya menyayangkan mereka tidak dapat menatap dunia perempuan yang sebenarnya bukan hanya sebatas bersetubuh, hamil (babi juga demikian) menikah, memasak, menimang, menyusui, mengurus rumah tangga, tunduk pada suami, bahkan membiarkan diri dipoligami, atau bahkan membiarkan diri dipukuli.
Saya kira jika semua pikiran-pikiran dan keyakinan perempuan masa kini demikian, sama saja kita mengulang dan mewarisi peristiwa pahit yang terjadi pada masa lampau yang diceriterakan Pram hanya saja dalam bentuk yang berbeda.
Bukannya ingin munafik dengan persoalan menjadi seorang istri, pada kemudian hari ini menjadi kerinduan semua perempuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/melsandi-mongkareng.jpg)