Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prabowo Perkuat Pertahanan: Incar Teknologi AS-Rusia hingga Inggris-Turki

Harapan besar soal pertahanan RI digantung ke Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sang Menhan pun terus bermanuver

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Anadolu/geosiar.com
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) bertemu Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto (kiri). 

2. Kaum Terdidik Adalah Cadangan Pertahanan Negara

Selain pelajar, para mahasiswa di perguruan tinggi juga bisa menjadi perwira cadangan. Prabowo akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk menghasilkan perwira dari kalangan mahasiswa hingga lulusan S3.

"Terutama para golongan terdidik, S3, S2, S1 lalu golongan mahasiswa," kata Prabowo.

Prabowo menyebut komponen cadangan itu memang berasal dari kalangan rakyat sipil, khususnya kalangan berpendidikan.

"Iya tentunya harus kita ikut sertakan karena dalam kompetensi cadangan, itu juga menyangkut pembentukan kekuatan cadangan kita yang akan mengandalkan kekuatan rakyat," ucapnya.

3. Kirim Taruna Belajar Militer ke Luar Negeri

Menhan Prabowo Subianto berencana mengirim taruna untuk belajar militer ke Malaysia dan Amerika Serikat. Hal ini dilakukan untuk berbagi pengetahuan dan kemampuan militer.

"Bertekad membangun hubungan erat dengan Malaysia, akan mengirim cadets (taruna) untuk belajar di Malaysia sebagai bentuk simbol persaudaraan dan saling berbagi pengetahuan, kebudayaan dan kemampuan militer," kata Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Selain itu, Prabowo Subianto juga berencana meminta TNI untuk mengirim Taruna-Taruna Akademi Militer Indonesia agar bisa belajar di masing-masing negara termasuk ke Amerika Serikat seperti ke West Point untuk Angkatan Darat, ke Air Force Academy untuk Angkatan Udara, dan ke Annapolis untuk Angkatan Laut.

"Sehingga taruna-taruna yang dikirimkan ke banyak negara berbeda tersebut dapat menyerap pengetahuan kemiliteran dengan sudut pandang negeri lain yang berbeda-beda," jelas Dahnil.

4. Kerja sama Pertahanan dengan Amerika Serikat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Thomas Esper menyepakati peningkatan kerjasama pertahanan. Kesepakatan itu dilakukan saat pertemuan ASEAN Defense Ministers Meeting (ADDM) Plus di Anantara Riverside Bangkok Resort, Thailand, Sabtu 16 November 2019.

"Pertemuan bilateral Menhan RI dan Menhan Amerika Serikat membicarakan seputar kerjasama pertahanan kedua negara," kata Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Rizerius Eko HS, yang saat itu mendampingi Prabowo.

Menurutnya, Menhan AS melihat Indo Pasifik sebagai prioritas bagi AS, dimana Indonesia juga berperan sangat penting.

"Di dalam defence strategic yang baru, AS menempatkan kawasan Indo Pacific sebagai faktor yang harus diperhatikan. Karena di situ terdapat Indonesia sebagai pemain yang sangat berperan besar dalam kawasan Indo Pasifik," kata Rizerius.

Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved