Breaking News:

Prabowo Perkuat Pertahanan: Incar Teknologi AS-Rusia hingga Inggris-Turki

Harapan besar soal pertahanan RI digantung ke Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sang Menhan pun terus bermanuver

Prabowo Perkuat Pertahanan: Incar Teknologi AS-Rusia hingga Inggris-Turki
Anadolu/geosiar.com
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) bertemu Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto (kiri).

8 Strategi Prabowo Perkuat Pertahanan Indonesia 

Prabowo Subianto mengaku bertekad untuk membangun kekuatan pertahanan Indonesia agar tidak bisa diganggu oleh siapapun. Sebab, Prabowo menilai akan ada ancaman yang bisa saja muncul dari bangsa lain yang ingin menghancurkan Indonesia.

Prabowo tidak ingin Indonesia dianggap lemah oleh negara-negara lain. Atas dasar inilah, Prabowo ingin membangun pertahanan Indonesia yang kuat sehingga disegani oleh negara lain.

"Negara kita dari sejak lahir selalu ingin dihancurkan bangsa lain. Ini harus disadari oleh elite bangsa Indonesia. Jangan kita menerima kemerdekaan, kedaulatan keutuhan wilayah kita dari Sabang sampai Merauke jangan kita menerima seolah-olah baku. Seolah-olah tidak akan pernah diganggu," ujar Prabowo saat meresmikan Patung Jenderal Soedirman, di Sleman, Yogyakarta, 10 November 2019 lalu.

Berbagai cara dilakukan Menhan Prabowo untuk membangun pertahanan Indonesia. Berikut ulasannya:

1. Siapkan Perwira Cadangan dari Kalangan Pelajar

Prabowo Subianto menjelaskan soal komponen-komponen dalam pertahanan Indonesia. Komponen itu terdiri atas komponen utama dan cadangan. Dia menjelaskan ancaman TNI sebagai komponen utama untuk menghadapi ancaman militer terbuka. Sedangkan komponen lainnya bisa berasal dari rakyat non-militer.

"Komponen utama tentunya adalah TNI. Kemudian pertahanan non-militer, yaitu ada unsur-unsur lain. Ini tentunya akan banyak peran dari kementerian dan lembaga di luar pertahanan sebagai contoh kita harus kerja sama dengan kementerian pendidikan untuk menyusun komponen cadangan," sambungnya.

Prabowo mengatakan, bisa saja Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghasilkan perwira dari kalangan pelajar. Bisa dari pelajar SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

"Pendidikan, latihan perwira-perwira cadangan, kemudian juga latihan-latihan untuk komponen cadangan nanti akan banyak peran dari Kementerian Pendidikan di SMA. Bahkan sedini mungkin di SMP dan juga di perguruan tinggi," ungkapnya.

Sukhoi
Sukhoi ()
Halaman
1234
Penulis: Tim Tribun Manado
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved