Prabowo Perkuat Pertahanan: Incar Teknologi AS-Rusia hingga Inggris-Turki
Harapan besar soal pertahanan RI digantung ke Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sang Menhan pun terus bermanuver
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Nampak dalam foto yang diunggah situs Kepresidenan Turki, Prabowo mengenakan peci hitam, setelan jas hitam, dan dasi merah. Erdogan mengenakan setelah jas hitam dengan dasi merah. Dua bendera Turki berada di belakang mereka.
Prabowo tengah melakukan kunjungan kerja di Turki. Di negara dua benua itu, Prabowo membahas kerja sama pertahanan dengan pejabat terkait hingga menengok industri kapal perang di Golcuk Naval Shipyard.
• Erick Batalkan Rencana Super Holding, dari 142 BUMN, hanya 15 yang Untung, 7 Merugi
"Hari ini dari Istanbul, Pak Menhan menuju Ankara melakukan pembicaraan bilateral tentang kerja sama pertahanan dengan Menhan Turki," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).
Di hari sebelumnya, Dahnil menyebut Prabowo mengunjungi Golcuk Naval Shipyard, Kocaeli. Selain menengok kapal selam, Prabowo juga berbincang dengan angkatan laut Turki. "Sebelumnya kemarin beliau melakukan pembicaraan dengan Angkatan Laut Turki dan berkunjung melihat industri perkapalan perang dan kapal selam Turki di Golcuk Naval Shipyard, Kocaeli," jelas Dahnil.
Dahnil menyebut kerja sama militer dengan Turki sangat strategis. Menurutnya, alutsista Turki telah berkembang pesat. "Kerja sama militer dengan Turki sangat strategis mengingat industri alutsista Turki berkembang pesat khususnya terkait kapal perang dan kapal selam, ditambah lagi Turki memiliki sejarah militer yang panjang sebagai negara yang kuat secara militer sejak Ottoman Empire," tutur Dahnil.
8 Strategi Prabowo Perkuat Pertahanan Indonesia
Prabowo Subianto mengaku bertekad untuk membangun kekuatan pertahanan Indonesia agar tidak bisa diganggu oleh siapapun. Sebab, Prabowo menilai akan ada ancaman yang bisa saja muncul dari bangsa lain yang ingin menghancurkan Indonesia.
Prabowo tidak ingin Indonesia dianggap lemah oleh negara-negara lain. Atas dasar inilah, Prabowo ingin membangun pertahanan Indonesia yang kuat sehingga disegani oleh negara lain.
"Negara kita dari sejak lahir selalu ingin dihancurkan bangsa lain. Ini harus disadari oleh elite bangsa Indonesia. Jangan kita menerima kemerdekaan, kedaulatan keutuhan wilayah kita dari Sabang sampai Merauke jangan kita menerima seolah-olah baku. Seolah-olah tidak akan pernah diganggu," ujar Prabowo saat meresmikan Patung Jenderal Soedirman, di Sleman, Yogyakarta, 10 November 2019 lalu.
Berbagai cara dilakukan Menhan Prabowo untuk membangun pertahanan Indonesia. Berikut ulasannya:
1. Siapkan Perwira Cadangan dari Kalangan Pelajar
Prabowo Subianto menjelaskan soal komponen-komponen dalam pertahanan Indonesia. Komponen itu terdiri atas komponen utama dan cadangan. Dia menjelaskan ancaman TNI sebagai komponen utama untuk menghadapi ancaman militer terbuka. Sedangkan komponen lainnya bisa berasal dari rakyat non-militer.
"Komponen utama tentunya adalah TNI. Kemudian pertahanan non-militer, yaitu ada unsur-unsur lain. Ini tentunya akan banyak peran dari kementerian dan lembaga di luar pertahanan sebagai contoh kita harus kerja sama dengan kementerian pendidikan untuk menyusun komponen cadangan," sambungnya.
Prabowo mengatakan, bisa saja Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghasilkan perwira dari kalangan pelajar. Bisa dari pelajar SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
"Pendidikan, latihan perwira-perwira cadangan, kemudian juga latihan-latihan untuk komponen cadangan nanti akan banyak peran dari Kementerian Pendidikan di SMA. Bahkan sedini mungkin di SMP dan juga di perguruan tinggi," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pertemuan-prabowo-erdogan_3.jpg)