Pengusaha Angkot dan 1 Keluarga Tewas di Tol Cipali, Sopir Truk Kaget, Ini Kronologinya
Enam tewas dan satu luka berat saat minibus Avanza menyeruduk truk pengangkut motor baru di Tol Cipali.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Suasana di depan rumah Sutarno yang berpagar besi hitam, bercat kuning dan bertingkat dua tersebut tampak sepi.
Tidak terlihat bendera kuning atau tenda dipasang. Meski belum mendapat informasi pasti, Misnan menduga Sutarno akan dibawa dan dimakamkan langsung ke kampung halamannya di Sragen Jawa Tengah.
"Mungkin kan dimakamkan di kampung halamannnya di Sragen, tapi yang pasti rombongan keluarga tadi berangkat ke Subang," kata Misnan.
Satu Keluarga Tewas
Di antara korban tewas ada tiga orang yang merupakan satu keluarga, sepasang suami istri yakni Sunarto (33) dan Tutik Kurniawati (34) serta anaknya, Raka (10).
Keluarga Sunarto ini berasal dari Dusun Klodran RT 06/RW 03, Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah juga menjadi korban kecelakaan Tol Cipali.
Kepala Dusun Pulutan, Sutimin (50), membenarkan bahwa Sunarto bersama istri dan anaknya tewas dalam kecelakaan di Tol Cipali.
Dari pantauan Tribun, jenazah belum disemayamkan di rumah duka pukul 16.37 WIB.
Sutimin mengatakan, ia belum bisa memastikan waktu kedatangan jenazah ke rumah duka.
"Belum tahu, saat ini masih proses di rumah sakit, belum selesai, (kami) masih menunggu pelepasan dari sana," kata Sutimin.
"Barusan lewat info whatsapp, keluarga masih mengurus surat kematian di sana, mereka ingin jenazah langsung disucikan," tambahnya.
Sutimin mengungkapkan, pengurusan surat langsung ditangani saudara almarhum dan tetangga yang berada di Jakarta.
"Itu saudaranya, Nuryanto sama tetangganya yang ada di Jakarta," ungkap Sutimin.
Sopir Truk Kaget
Imron Fauzi (50), sopir truk pengangkut sepeda motor baru, mengaku tak menyangka kalau benturan keras dari arah belakang itu ternyata berasal dari serudukan sebuah minibus.
"Saya enggak menyangka, soalnya tiba-tiba nabrak dari belakang. Saat dicek, ternyata ada mobil masuk ke bagian belakang," ujar Imron di Kantor Cabang PT Lintas Marga Sedaya Cilameri, Subang.
"Saat itu, saya di jalur lambat menuju Jakarta. Kecepatan saya 50-60 km/jam. Tiba-tiba dari belakang ada suara jedor, keras. Saya kira ban pecah," tambah Imron.
Kasat Lantas Polres Subang AKP Bambang Sumitro menduga kecelakaan terjadi karena pengemudi Avanza tak konsentrasi.
"Diduga sopir minibus Toyota Avanza kurang konsentrasi, tidak memperhatikan adanya kendaraan yang ada di depannya," kata Bambang.
Para korban dibawa ke RS Ciereng, Subang.
"Pengemudi minibus Toyota Avanza Sutarno dan lima penumpangnya meninggal. Dua di antaranya anak-anak," kata Bambang.
Polisi masih mendalami terkait kecelakaan itu. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan ke Pos PJR Tol Cipali di Cilameri.
Pengguna Tol Diminta Selalu Waspada
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pitra Setiawan mengatakan pihaknya bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
"Kami menyampaikan ucapan duka cita atas musibah yang terjadi, kami berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki penyebab terjadinya laka tersebut," ujar Pitra.
Ia pun meminta para pengguna jalan, khususnya yang tengah melewati jalan tol untuk terus waspada saat berkendara.
"Kami mengimbau kepada para pengguna jalan, terutama jalan tol agar selalu waspada saat mengemudi," jelas Pitra.
Pitra mengimbau para pengguna jalan ini untuk segera beristirahat jika mengalami kelelahan saat mengemudi di area jalan tol, karena saat ini sudah banyak didirikan rest area.
Hal ini menurutnya, bisa meminimalisir angka kecelakaan.
"Perhatikan selalu rambu-rambu dan marka jalan serta berhenti (untuk) beristirahat jika lelah, jangan memaksakan diri," kata Pitra.
Pitra juga menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Menurutnya kontur jalan tol Cipali tidak memiliki masalah.
“Kalau secara geometrik jalan tidak ada masalah dengan ruas Cikampek-Palimanan, namun walau begitu kami telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan BPJT untuk melakukan manajemen rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kecepatan kendaraan,”ujar Pitra.
(Tribun Network/adi/ery/meg/fit/gta/van/wly)