Pengusaha Angkot dan 1 Keluarga Tewas di Tol Cipali, Sopir Truk Kaget, Ini Kronologinya
Enam tewas dan satu luka berat saat minibus Avanza menyeruduk truk pengangkut motor baru di Tol Cipali.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Misnan juga mengatakan, istri Sutarno yang juga jadi korban dalam kecelakaan tersebut sehari-harinya berjualan sayur di Kebagusan Jakarta Selatan.
Sehari-hari, Sutarno tinggal bersama istri dan dua orang anaknya, yakni Zaki yang duduk di kelas tiga Sekolah Dasar, dan Ari yang duduk di bangku SMA.
Firasat Terakhir
Misnan mengaku terkejut ketika mengetahui Sutarno menjadi korban kecelakaan lalu lintas di KM 113 Tol Cipali.
Misnan pun mengungkapkan komunikasi terakhirnya dia dengan Sutarno sekira dua pekan lalu.
Perbincangan bertopik soal arisan bulanan warga yang akan digelar di rumah Sutarno.
Namun, menurut Misnan, Sutarno menolak karena harus mengantar keluarganya di Sragen untuk umrah.
"Saya cuma ngomong, cemen! Begitu saja sambil bercanda. Tahunya ada seperti ini. Ya kita kaget," kata Misnan.
Sutarno atau yang akrab disapa Darmo di lingkungan rumahnya tersebut merupakan orang yang dikenal aktif di masyarakat.
Sutarno juga dikenal ramah dan kerap bergaul dengan tetangga sekitarnya.
"Kerja bakti, arisan, kegiatan-kegiatan warga lainnya selalu ikut dia," kata Misnan.
Misnan pun mengungkapkan, istri Sutarno juga dikenal sebagai orang yang ramah meskipun jarang ditemuinya.
Itu karena istri Sutarno harus berjualan sayur tiap pagi di Kebagusan Jakarta Selatan setiap paginya.
"Kalau ramah ya ramah, kalau kebetulan bertemu menegur, tapi jarang kelihatan karena jualan sayur di Kebagusan kalau pagi," kata Misnan.
Misnan mengatakan, keluarga dan kerabat Sutarno sudah bertolak ke RSUD Subang mengurus jenazah Sutarno dan istrinya.