Berita Kesehatan
Penderita Anoreksia yang Nyaris Tinggal Tulang Dipulihkan dengan Terapi Listrik
Kelainan pola makan yang membuat seseorang mengalami kelaparan atau tindakan menurunkan berat badan secara berlebihan, dikenal dengan Anoreksia
Selain itu terapi ini juga akan bermanfaat untuk waktu yang lama dimana terapi lain biasanya hanya bertahan 5-6 bulan,'' kata Dr. Jonathan Downar, psikiater dari University of Toronto di Kanada.
Downar menjelaskan hal ini pada pertemuan tahunan Society for Neuroscience.
Untuk penelitian ini, Dr Jonathan merekrut 20 pasien bulimia dan dia memberikan rangsangan listrik ringan di bagian otak frontal lobe yang bernama dorsomedial prefrontal cortex.
Pemberian rangsangan listrik berdaya ringan ini dilakukan setiap hari selama satu bulan.
Hasilnya, hanya ada delapan pasien yang tidak mendapat perubahan apapun.
Pasien lainnya mengaku kelainan makan tersebut berkurang 50% bahkan tidak dirasakan lagi.
TMS sendiri adalah metode baru dan melibatkan lempengan elektromagnetik yang ditempel di kepala.
Mengutip Live Science, TMS sendiri sudah disetujui badan makanan dan obat Amerika Serikat sebagai metode perawatan depresi. (*)
• Jika Valentino Rossi Pensiun, Andrea Dovizioso Diprediksi Bakal Ikutan
Artikel ini telah tayang di GRIDHEALTH.ID dengan judul Terapi Listrik Pulihkan Penderita Anoreksia yang Nyaris Tinggal Tulang, Disetrum Sampai Mau Makan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-kurus-kering.jpg)