Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Kesehatan

Penderita Anoreksia yang Nyaris Tinggal Tulang Dipulihkan dengan Terapi Listrik

Kelainan pola makan yang membuat seseorang mengalami kelaparan atau tindakan menurunkan berat badan secara berlebihan, dikenal dengan Anoreksia

Editor: Rizali Posumah
NAKITA
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelainan pola makan yang membuat seseorang mengalami kelaparan atau tindakan menurunkan berat badan secara berlebihan, dikenal dengan Anoreksia nervosa atau anoreksia.

Secara ekstrem anoreksia  dapat mengakibatkan masalah kesehatan hingga dampak yang paling parah adalah  kematian.

Orang dengan penyakit anoreksia  sering kali merasa lapar tetapi tetap menolak untuk makan.

Mereka memiliki ketakutan yang berlebihan akan menjadi gemuk dan merasa diri mereka gemuk walaupun sebenarnya mereka masih dalam kategori ‘normal’.

Orang-orang dengan penyakit anoreksia akan berusaha untuk memperbaiki ‘kekurangan’ yang dirasakannya tersebut dengan membatasi asupan makanan secara ketat dan berolahraga secara berlebihan untuk menurunkan berat badannya.

Guna menjaga bentuk tubuh tetap kurus, orang dengan anoreksia akan sangat membatasi porsi makannya seminimal mungkin atau menggunakan obatan-obatan penekan nafsu makan hingga obat pencahar.

Ketakutan akan berat badan yang terus bertambah akan terus menghantui orang dengan anoreksia meski berat badannya sudah banyak berkurang.

Gara-gara Roket, Korut Sebut PM Jepang Manusia Terbodoh Dalam Sejarah

Gangguan pola makan seperti anoreksia lebih banyak ditemukan pada kaum wanita daripada pria.

Risiko untuk timbulnya gangguan makan ini lebih besar pada pemain film, model, penari, dan atlet di mana penampilan atau berat badan adalah sesuatu yang sangat penting.

Kelainan makan seperti anoreksia dan bulima telah ''menyakiti'' delapan juta orang di Amerika Utara. Kelainan ini juga membawa depresi dan tekanan emosi.

Mengutip dari Daily Mail,  saat ini penyembuhan untuk anoreksia nervosa dan bulimia bisa melalui terapi listrik berdaya ringan.

Perawatan ini bernama repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS). Metode rTMS ini bekerja dengan merangsang aliran listrik di otak.

Aliran listrik ini akan meredakan depresi yang menjadi salah satu faktor utama terjadinya anoreksia dan bulimia pada diri seseorang.

Setelah satu orang wanita berusia 42 tahun mendapatkan rangsangan listrik lewat terapi ini sebagai perawatan untuk depresi, ia ternyata pulih dari bulima yang sudah ia derita selama 20 tahun.

Liverpool Samai Rekor Terbaik Saat Masa 1980-an, Tidak Kalah Dalam 31 Kali Pertandingan

''Terapi ini hanya akan digunakan apabila terapi lain seperti obat-obatan dan juga konseling tidak berjalan dengan baik.

Selain itu terapi ini juga akan bermanfaat untuk waktu yang lama dimana terapi lain biasanya hanya bertahan 5-6 bulan,'' kata Dr. Jonathan Downar, psikiater dari University of Toronto di Kanada.

Downar  menjelaskan hal ini pada pertemuan tahunan Society for Neuroscience.

Untuk penelitian ini, Dr Jonathan merekrut 20 pasien bulimia dan dia memberikan rangsangan listrik ringan di bagian otak frontal lobe yang bernama dorsomedial prefrontal cortex.

Pemberian rangsangan listrik berdaya ringan ini dilakukan setiap hari selama satu bulan.

Hasilnya, hanya ada delapan pasien yang tidak mendapat perubahan apapun.

Pasien lainnya mengaku kelainan makan tersebut berkurang 50% bahkan tidak dirasakan lagi.

TMS sendiri adalah metode baru dan melibatkan lempengan elektromagnetik yang ditempel di kepala.

Mengutip Live Science, TMS sendiri sudah disetujui badan makanan dan obat Amerika Serikat sebagai metode perawatan depresi. (*)

Jika Valentino Rossi Pensiun, Andrea Dovizioso Diprediksi Bakal Ikutan

Artikel ini telah tayang di GRIDHEALTH.ID dengan judul Terapi Listrik Pulihkan Penderita Anoreksia yang Nyaris Tinggal Tulang, Disetrum Sampai Mau Makan

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved