Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mendaftar Cagub di Golkar-Nasdem: Massa Terik Tetty Gubernur Sulut

Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dikawal ribuan kader dan simpatisan Partai Golkar saat mendaftar calon gubernur dari Golkar

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
andrew pattimahu/tribun manado
Tetty Paruntu mendatangi Sekretariat Partai Golkar Sulut, Jumat (29/11/2019). 

Dilatih pengetahuannya, dilatih kompetensi dan kapasitasnya serta dilatih akhlak dan moralnya. Setelah proses itu berjalan, akan ada masanya masing-masing parpol akan melakukan seleksi bagi anggotanya untuk dipersiapkan mengikuti pilkada atau pemilu.

Mereka adalah utusan parpol untuk ditawarkan ke publik. Parpol itu memiliki tiga fungsi. Pertama, merumuskan rancangan kebijakan publik yang dibahas bersama para ahli yang kemudian rancangan kebijakan itu ditawarkan kepada publik melalui pemilu atau pilkada.

Kedua, mempersiapkan calon-calon pemimpin untuk memperjuangkan usulan kebijakan publik yang dimiliki oleh parpol baik di DPRD maupun di eksekutif.

Ketiga, memperjuangkan kebijakan publik pada lembaga-lembaga eksekutif dan legislatif. Parpol yang selama ini hanya terbiasa melirik kader-kader dari parpol lain adalah parpol yang tidak dewasa.

Dia diterima oleh Tim Penjaringan Nasdem yakni Peggy Rumambi (wakil ketua), Edwin Assa (sekretaris), Stanly F Mewengkang dan Nico Tampi (anggota).
Dia diterima oleh Tim Penjaringan Nasdem yakni Peggy Rumambi (wakil ketua), Edwin Assa (sekretaris), Stanly F Mewengkang dan Nico Tampi (anggota). (andrew pattimahu/tribun manado)

Harusnya masing-masing parpol percaya dengan kader-kader didikan dan binaannya sendiri. Kebiasaan parpol besar seperi PDIP, Golkar, Nasdem dan parpol-lain lain membuka pendafaran calon sesungguhnya lebih terkesan hanya mengutamakan pada pendekatan pragmatis irasional.

Parpol itu jangan tiba saat tiba akal. Tabiat parpol sepeti ini biasanya parpol yang selalu takut kalah. Sehingga untuk menang, segala cara bisa dilakukan, termasuk hal-hal yang tidak masuk akal dan apolitis.

Jika hanya membuka peluang masukkannya calon dari bukan kader parpol lewat mekanisme pembukaan pendaftaran bagi kalangan umum, lalu buat apa parpol itu didirikan.

Harusnya masing-masing parpol memberikan pendidikan politik yang baik dengan lebih mengutamakan kader sendiri sebagai calon kepala daerah. (dru/ang)

Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved