Mendaftar Cagub di Golkar-Nasdem: Massa Terik Tetty Gubernur Sulut
Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dikawal ribuan kader dan simpatisan Partai Golkar saat mendaftar calon gubernur dari Golkar
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dikawal ribuan kader dan simpatisan Partai Golkar saat mendaftar calon gubernur dari Golkar, Jumat (29/11/2019). Rombongan Tetty, sapaan akrab Bupati Minahasa Selatan ini, sempat memacetkan arus lalu lintas di Kota Manado.
Mulai Jalan Piere Tendean, Jalan Sudirman sampai Jalan Martadinata terjadi kemacetan panjang. Kendaraan yang ditumpangi pendukung Tetty membludak di ruas jalan.
• Lolowang Dilantik Jadi Ketua Dewan Pengurus Korpri Pemerintah Kota Tomohon
Saat akan mendaftar di Sekretariat Golkar Sulut Jalan Martadinata, Tetty diarak menumpangi mobil jenis Jeep yang beratap terbuka. Sepanjang jalan yang dilalui, Bupati Minsel ini melambai tangan kepada masyarakat serta tersenyum.
Tiba di Sekretariat Golkar, Tetty diterima oleh Tim Penjaringan, James Arthur Kojongian bersama Tonny Lasut dan jajarannya. Tetty kemudian dimintakan untuk mengisi formulir yang sudah disediakan. Dalam sambutannya, James mengucapkan terima kasih atas kedatangan Tetty.
"Ini sudah jelas siapa yang akan menjadi gubernur berikutnya," ujar JAK, sapaannya, disambut massa pendukung dengan meneriakkan yel-yel Golkar Indonesia, Indonesia Golkar, CEP Gubernur Sulut.
JAK mengingat momen dua tahun lalu saat Tetry dilantik sebagai Ketua Golkar Sulut. "Dua tahun lalu pada tanggal dan bulan yang sama Ibu Ketua memimpin Golkar Sulut," ujar dia.
Tetty mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat yang sudah mengantarnya dalam proses pendaftaran. Ia berkeyakinan perjuangan yang sudah dan akan dilalui nanti tak akan sia-sia.
Ketua DPD Golkar Sulut ini meminta doa restu dan dukungan kader dan simpatisan beringin serta masyarakat Sulut dalam pertarungan Pilgub Sulut. "Tanpa dukungan masyarakat saya tentunya tak akan maju. Mari kita bergandengan tangan menangkan Partai Golkar menangkan CEP," ujarnya.
Tetty bertekad penuh maju bertarung dalam Pilgub Sulut 2020. Tak hanya daftar di Golkar, ia mendaftar juga di Partai Nasdem.
• Alfons Kimbal Menanggapi Terkait Pendaftaran Tetty Paruntu ke Golkar
Tetty Paruntu tiba di Sekretariat DPW Nasdem Sulut Jalan Yos Sudarso Kelurahan Kairagi Weru, Kecamatan Paldua, Kota Manado sekitar pukul 16.00 Wita. Dia diterima oleh Tim Penjaringan Nasdem yakni Peggy Rumambi (Wakil Ketua), Edwin Assa (Sekretaris), Stanly F Mewengkang dan Nico Tampi (Anggota).
Sebelum menyerahkan berkas pendafyaran, Tetty ditanyakan sejumlah pertanyaan terkait komitmen maju dalam Pilgub Sulut serta visi dan misi. Dengan lugas, Ketua Golkar Sulut ini menjawab pertanyaan yang dilontarkan Tim Penjaringan. Dia menyebut pariwisata Sulut harus ditingkatkan lagi.
"Saya lihat pariwisata sudah baik, tapi itu belum cukup. Jika saya dipercayakan menjadi Gubernur Sulut, pariwisata di Nyiur Melambai akan dikembangkan lagi," ujar dia, Jumat (29/11/2019).
Tetty juga menunjukkan sejumlah penghargaan yang pernah diterimanya. Dia menonjolkan penghargaan Bintang Jasa Utama yang pernah diterima dari Presiden Joko Widodo. "Ke depen saya yakin akan dapat penghargaan Bintang Mahaputera. Saya minta dukungan dari warga Sulut," kata dia.
Kader Nasdem Edwin Assa memuji jawaban dari Tetty. Dia menyebut bupati dua periode ini sebagai pemimpin yang pintar dan cerdas. "Kami juga berterima kasih atas kesediaan Kak Tetty datang mendaftar ke Nasdem. Nama ini akan kami bawa ke DPP," kata dia.
Menurut Assa, DPP Nasdem yang akan memutuskan siapa bakal calon yang akan bertarung dalam Pilgub Sulut nanti. Nasdem sangat berharap yang terbaik bagi Tetty. Usai pendaftaran iring-iringan rombongan Tetty memacetkan ruas jalan di Kelurahan Kombos sampai di Jalan Martaditana.
Alfons Kimbal, pengamat politik dari Universitas Sam Ratulangi menilai, incumbent (petahana) Olly Dondokambey pasti mendapat saingan untuk Pilgub Sulut. PDIP menjagokan Olly, mesin partainya kuat. Apalagi Olly sekarang memegang pemerintahan, birokrasi dan sumber daya yang ada itu yang kuat.
Christiany Eugenia Paruntu, satu di antara pesaing Olly. Peta di sini, pertama seperti yang kita lihat bagaimana peluang Partai Golkar itu. Golkar harus ada mitra koalisi supaya boleh mengusung cagub-cawagub.
Tetty pasti sudah berhitung akan berkoalisi atau mitra koalisi supaya bisa mencapai kursi untuk mencalonkan diri. “Saya pikir target pertama itu bahwa harus ada mitra koalisi. Tetty menyatakan diri maju (pilgub) menunjukan ia siap untuk persaingan merebut kursi gubernur,” katanya.
Peluang ke depan, pertama Tetty harus mencari mitra koalisi supaya mencapai syarat mencalonkan sebagai cagub. Tetty harus mampu mendapat dukungan elektorat suara dan mencari pendamping. Karena cawagub itu harus dari luar Golkar, perlu figur yang mendukungnya.
• Tanggapan Ferry Liando Mengenai Tetty Paruntu Sebagai Kandidat Calon Gubernur
Ada beberapa kriteria untuk figur tersebut. Pertama, figur yang dikenal masyarakat, tokoh populis dan harus lahir dari rakyat serta punya kekuatan basis masa dalam hal ini modalitas politik, partai atau modalitas sosial. Sebagai contoh tokoh masyarakat di organisasi besar jadi sehingga dapat menjawab dukungan untuk Tetty.
Sulit menyampaikan siapa calon wakilnya, namun paling tidak calon itu dalam ranah orang partai politik yang bisa memberikan tambahan suara dan syarat mencalonkan gubernur nanti. Bisa juga ia berkoalisi dari Partai Demokrat, Nasdem atau Gerindra.
PDIP tetap akan berkoalisi meskipun dari calon internal. Tetty santer terdengar itu dengan Ketua Gerindra Sulut Wenny Warouw. Tapi masih sulit prediksi siapa calon ke depan.
“Poin penting saya kalau bisa harus ada calon wakil gubernur itu representatif daerah, etnik daerah sebagai contoh ambil Bolmong, contoh ambil Sangihe Talaud karena itu memperkuat basis Tetty sebagai kompetitor Olly,” ujar dia.
Kader Beringin Terbaik
Ferry Liando, Pengamat Politik dari Unsrat mengatakan, satu-satunya kader terbaik Partai Golkar di Sulut saat ini adalah Tetty Paruntu. Tak hanya itu, Tetty memiliki kekuasaan yang sangat besar di partai berlambang pohon beringin.
Siapa yang hendak diusung Golkar pada pencalonan gubernur akan sangat besar ditentukan oleh Tetty. Ia adalah Ketua DPD Golkar Sulut. Sehingga proses pendaftaran yang dilakukan sepertinya hanya formalitas belaka.
Sebab tidak mungkin ada yang bisa melampaui kekuasaannya saat ini. Namun demikian mekanisme penjaringan calon kepala daerah yang dilakukan seterusnya tidak boleh terjadi.
Bukan hanya Golkar tetapi juga bagi parpol-parpol lain seperti PDIP dan Nasdem yang juga melakukan hal yang sama. Tindakan sejumlah parpol melakukan penjaringan terbuka bagi masyarakat yang hendak mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah tahun 2020 adalah proses politik yang sesungguhnya tidak wajar.
Tugas parpol itu mempersiapkan calon pemimpin jauh sebelum proses pilkada atau pemilu dimulai. Anggaran negara melalui APBN dan APBD cukup besar untuk membiayai parpol.
Anggaran itu bermaksud agar parpol sudah mempersiapkan calon-calon pemimpinnya sejak awal untuk dipersiapkan baik dalam pilkada maupun pemilu. Mekanisme persiapan itu adalah merekrut anggota masyarakat untuk jadi kader atau anggota parpol. Setelah terdaftar sebagai anggota parpol, tugas parpol selanjutnya adalah melatih dan mendidik kader-kadernya untuk menjadi calon pemimpinnya.
Dilatih pengetahuannya, dilatih kompetensi dan kapasitasnya serta dilatih akhlak dan moralnya. Setelah proses itu berjalan, akan ada masanya masing-masing parpol akan melakukan seleksi bagi anggotanya untuk dipersiapkan mengikuti pilkada atau pemilu.
Mereka adalah utusan parpol untuk ditawarkan ke publik. Parpol itu memiliki tiga fungsi. Pertama, merumuskan rancangan kebijakan publik yang dibahas bersama para ahli yang kemudian rancangan kebijakan itu ditawarkan kepada publik melalui pemilu atau pilkada.
Kedua, mempersiapkan calon-calon pemimpin untuk memperjuangkan usulan kebijakan publik yang dimiliki oleh parpol baik di DPRD maupun di eksekutif.
Ketiga, memperjuangkan kebijakan publik pada lembaga-lembaga eksekutif dan legislatif. Parpol yang selama ini hanya terbiasa melirik kader-kader dari parpol lain adalah parpol yang tidak dewasa.
Harusnya masing-masing parpol percaya dengan kader-kader didikan dan binaannya sendiri. Kebiasaan parpol besar seperi PDIP, Golkar, Nasdem dan parpol-lain lain membuka pendafaran calon sesungguhnya lebih terkesan hanya mengutamakan pada pendekatan pragmatis irasional.
Parpol itu jangan tiba saat tiba akal. Tabiat parpol sepeti ini biasanya parpol yang selalu takut kalah. Sehingga untuk menang, segala cara bisa dilakukan, termasuk hal-hal yang tidak masuk akal dan apolitis.
Jika hanya membuka peluang masukkannya calon dari bukan kader parpol lewat mekanisme pembukaan pendaftaran bagi kalangan umum, lalu buat apa parpol itu didirikan.
Harusnya masing-masing parpol memberikan pendidikan politik yang baik dengan lebih mengutamakan kader sendiri sebagai calon kepala daerah. (dru/ang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/imba-jabes-sas-cnr-kawal-tetty-paruntu-mendaftar.jpg)