Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mendaftar Cagub di Golkar-Nasdem: Massa Terik Tetty Gubernur Sulut

Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dikawal ribuan kader dan simpatisan Partai Golkar saat mendaftar calon gubernur dari Golkar

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
andrew pattimahu/tribun manado
Tetty Paruntu mendatangi Sekretariat Partai Golkar Sulut, Jumat (29/11/2019). 

Alfons Kimbal, pengamat politik dari Universitas Sam Ratulangi menilai, incumbent (petahana) Olly Dondokambey pasti mendapat saingan untuk Pilgub Sulut. PDIP menjagokan Olly, mesin partainya kuat. Apalagi Olly sekarang memegang pemerintahan, birokrasi dan sumber daya yang ada itu yang kuat.

Christiany Eugenia Paruntu, satu di antara pesaing Olly. Peta di sini, pertama seperti yang kita lihat bagaimana peluang Partai Golkar itu. Golkar harus ada mitra koalisi supaya boleh mengusung cagub-cawagub.

Tetty pasti sudah berhitung akan berkoalisi atau mitra koalisi supaya bisa mencapai kursi untuk mencalonkan diri. “Saya pikir target pertama itu bahwa harus ada mitra koalisi. Tetty menyatakan diri maju (pilgub) menunjukan ia siap untuk persaingan merebut kursi gubernur,” katanya.

Peluang ke depan, pertama Tetty harus mencari mitra koalisi supaya mencapai syarat mencalonkan sebagai cagub. Tetty harus mampu mendapat dukungan elektorat suara dan mencari pendamping. Karena cawagub itu harus dari luar Golkar, perlu figur yang mendukungnya.

Tanggapan Ferry Liando Mengenai Tetty Paruntu Sebagai Kandidat Calon Gubernur

Ada beberapa kriteria untuk figur tersebut. Pertama, figur yang dikenal masyarakat, tokoh populis dan harus lahir dari rakyat serta punya kekuatan basis masa dalam hal ini modalitas politik, partai atau modalitas sosial. Sebagai contoh tokoh masyarakat di organisasi besar jadi sehingga dapat menjawab dukungan untuk Tetty.

Sulit menyampaikan siapa calon wakilnya, namun paling tidak calon itu dalam ranah orang partai politik yang bisa memberikan tambahan suara dan syarat mencalonkan gubernur nanti. Bisa juga ia berkoalisi dari Partai Demokrat, Nasdem atau Gerindra.

PDIP tetap akan berkoalisi meskipun dari calon internal. Tetty santer terdengar itu dengan Ketua Gerindra Sulut Wenny Warouw. Tapi masih sulit prediksi siapa calon ke depan.

“Poin penting saya kalau bisa harus ada calon wakil gubernur itu representatif daerah, etnik daerah sebagai contoh ambil Bolmong, contoh ambil Sangihe Talaud karena itu memperkuat basis Tetty sebagai kompetitor Olly,” ujar dia. 

Pengamat Politik Ferry Liando: Pemerintah Berhati-Hati dan Ikut Keyakinan
Pengamat Politik Ferry Liando: Pemerintah Berhati-Hati dan Ikut Keyakinan (Istimewa)

Kader Beringin Terbaik

Ferry Liando, Pengamat Politik dari Unsrat mengatakan, satu-satunya kader terbaik Partai Golkar di Sulut saat ini adalah Tetty Paruntu. Tak hanya itu, Tetty memiliki kekuasaan yang sangat besar di partai berlambang pohon beringin.

Siapa yang hendak diusung Golkar pada pencalonan gubernur akan sangat besar ditentukan oleh Tetty. Ia adalah Ketua DPD Golkar Sulut. Sehingga proses pendaftaran yang dilakukan sepertinya hanya formalitas belaka.

Sebab tidak mungkin ada yang bisa melampaui kekuasaannya saat ini. Namun demikian mekanisme penjaringan calon kepala daerah yang dilakukan seterusnya tidak boleh terjadi.

Bukan hanya Golkar tetapi juga bagi parpol-parpol lain seperti PDIP dan Nasdem yang juga melakukan hal yang sama. Tindakan sejumlah parpol melakukan penjaringan terbuka bagi masyarakat yang hendak mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah tahun 2020 adalah proses politik yang sesungguhnya tidak wajar.

Tugas parpol itu mempersiapkan calon pemimpin jauh sebelum proses pilkada atau pemilu dimulai. Anggaran negara melalui APBN dan APBD cukup besar untuk membiayai parpol.

Anggaran itu bermaksud agar parpol sudah mempersiapkan calon-calon pemimpinnya sejak awal untuk dipersiapkan baik dalam pilkada maupun pemilu. Mekanisme persiapan itu adalah merekrut anggota masyarakat untuk jadi kader atau anggota parpol. Setelah terdaftar sebagai anggota parpol, tugas parpol selanjutnya adalah melatih dan mendidik kader-kadernya untuk menjadi calon pemimpinnya.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved