News
Ferdinand Hutahaean Sayangkan Putusan Menteri BUMN, Ini Alasan Ia Pesimis Jika Ahok Pimpin Pertamina
Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku pesimis terhadap kinerja Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) Perta
Sebagai seorang pendobrak, Ahok disebutnya lebih cocok menduduki posisi lain.
"Ini yang saya bilang kenapa kebijakan Kementrian BUMN serba tanggung?," tanya Ferdinand.
"Karena kalau narasinya pendobrak saya minta tadinya kalau Pak Ahok ini tempatkan saja di dirut atau tempatkan di BUMN lain untuk selesaikan yang sedang bermasalah," sambungnya.
Ia lantas menyinggung soal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang kini dikabarkan mengalami defisit keuangan.
"Contohnya BPJS Kesehatan, Beliau punya karakter dan punya kemampuan," kata Ferdinand.
"Kita lihat waktu Beliau jadi gubernur, mampu membangun Jakarta Simpang Susun Semanggi tanpa APBD, barangkali BPJS bisa Beliau selesaikan tanpa APBN, tidak ada defisit lagi," imbuhya.
Ferdinand pun mengimbau pemerintah untuk lebih jeli dalam memilih posisi yang cocok untuk Ahok.
"Nah hal-hal seperti ini yang perlu dilihat di mana Ahok ini lebih pas ditempatkan," ucapnya.
"Kalau sekarang ditempatkan di Pertamina ya saya agak pesimis meskipun punya harapan sedikit-sedikit."
• Dua Wanita Asal Sulut Disekap di Batam, Dijanjikan Kerja dan Gaji Besar di Malaysia via Facebook
Simak video berikut ini menit 9.00:
Kurtubi Tantang Ahok
Dalam kesempatan itu, sebelumnya Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Kurtubi buka suara soal harapannya terkait posisi Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok di Pertamina.
Kurtubi menantang Ahok untuk berani mengatakan tidak terhadap kebijakan pemerintah.
Sebagai Komisaris Utama Pertamina, Ahok diharapkannya berani menolak kebijakan pemerintah yang menyangkut sumber daya migas.
"Beliau kalau bisa sebagai Komisaris Utama Pertamina bisa mengatakan tidak kepada perintah pemerintah yang menyangkut sumber daya migas utama pembangunan kilang, langsung aja ya," terang Kurtubi.
Lantas, ia pun menyinggung soal pembangunan kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur.