News
Ferdinand Hutahaean Sayangkan Putusan Menteri BUMN, Ini Alasan Ia Pesimis Jika Ahok Pimpin Pertamina
Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku pesimis terhadap kinerja Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) Perta
Kurtubi menyebut kebijakan tersebut sangat tak efisien.
• Ahok Mengaku Siap Ikut Perintah Menteri BUMN Erick Thohir, Kebersamaan Singkat BTP dan PDIP: Mundur!
"Saya di Komisi VII (DPR RI) sudah 5 tahun, pemerintah menugaskan di Pertamina untuk membangun kilang di Bontang, ini salah, salahnya tidak efisien," ungkap Kurtubi.
"Mestinya Komisaris Utama Pertamina mengatakan 'Tidak, mari kita hitung bersama keekonomiannya'," kata Kurtubi.
• Deretan Artis Pernah Jadi Tenaga Pengajar, dari Nagita Slavina hingga Reza Rahadian

Lantas, Kurtubi menyebut proyek pembangunan kilang tersebut diyakininya tak efisien.
"Kalau Pertamina diperintahkan bangun kilang di Bontang, mari kita duduk yang saya yakin enggak efisien," terangnya.
Sebab menurutnya, lokasi pembagungan kilang miyak di Bontang itu tak memenuhi syarat dalam ilmu perminyakan.
"Bayangkan kilang dalam teori yang paling dasar ilmu perminyakan, lokasi harus salah satu dekat dengan minyak mentah sebagai bahan baku kilang," ucap Kurtubi.
"Nomor dua dekat dengan konsumen yang membutuhkan BBM, ini tidak dua-duanya kalau di Bontang," imbuhnya.
Lebih lanjut, Kurtubi menyebut anggaran pembangunan kilang miyak tersebut sangat besar.
Untuk itu, ia sangat menyayangkan jika kilang minyak yang dibangun tak efisien.
"Ingat ini investasi (Rp) 14 triliun diputuskan di lokasi yang salah, di perintahkan ke Pertamina untuk bangun," jelas Kurtubi.
"Berani enggak Pak Ahok mengatakan 'Tidak, jangan diteruskan ini mari kita evaluasi bersama keekonomian'," sambungnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com