Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bisakah Gempa Bumi Diprediksi?

Pada hari Jumat dinihari tanggal 15 November 2019 tepat pukul 00:17:43 WITA terjadi gempa bumi besar yang mengguncang hampir seluruh wilayah Suulut.

Tayang:
Editor:
Istimewa
ILUSTRASI Gempa bumi 

Bisakah Gempa Bumi Diprediksi?

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada hari Jumat dinihari tanggal 15 November 2019 tepat pukul 00:17:43 WITA terjadi gempa bumi besar yang mengguncang hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, bahkan dirasakan hingga Gorontalo dan Buol, Sulawesi Tengah.

Masyarakat melaporkan guncangan gempa bumi ini terasa hingga skala intensitas V MMI di Manado dan Bitung, IV MMI di Gorntalo dan Ternate, serta II MMI di Buol, Sulawesi Tengah.

Skala intensitas V MMI menunjukkan bahwa guncangan di daerah tersebut dirasakan oleh hampir semua penduduk hingga menyebabkan orang yang tertidur menjadi bangun.

Sementara itu, skala IV MMI berarti dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sedangkan II MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang saja.

Gempa bumi yang berpusat di tengah Laut Maluku sekitar 134 km baratdaya Jailolo, Halmahera Barat ini berkekuatan magnitudo 7,1 dengan kedalaman 73 km. Berdasarkan analisis BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), gempa bumi ini termasuk gempa bumi kedalaman menengah yang diakibatkan oleh adanya deformasi atau penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku.

Tipe patahan yang terjadi merupakan tipe patahan naik atau thrust fault. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi membangkitkan tsunami sehingga BMKG mengeluarkan pesan peringatan dini tsunami untuk pesisir timur Sulawesi Utara dan pesisir barat Maluku Utara dalam status Waspada.

Status waspada ini berarti perkiraan maksimum tinggi tsunami yang mungkin menerjang adalah 0,5 meter. Setelah dilakukan monitoring tinggi permukaan air laut, terdeteksi adanya tsunami kecil yang terekam di Ternate setinggi 0,06 meter pada pukul 00:43 WITA, di Jailolo pada pukul 00:43 WITA dengan tinggi 0,09 meter, dan di Bitung pada pukul 01:08 WITA dengan tinggi 0,1 meter.

Oleh karena diperkirakan tsunami sudah tidak berbahaya bagi masyarakat pesisir, maka pada pukul 02:45 WITA peringatan dini tsunami telah diakhiri.

Kejadian gempa bumi besar seperti ini sangat meresahkan masyarakat. Hal ini terkadang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan kabar bohong, atau yang biasa dikenal dengan hoaks.

Seringkali oknum-oknum tersebut menyebarkan kabar akan adanya gempa bumi besar yang bisa menyebabkan kerusakan dahsyat atau tsunami besar tanpa ada dasar ilmiah.

Dampaknya, banyak orang yang melakukan evakuasi dengan meninggalkan rumah dan pekerjaannya sehingga perekonomian pun menjadi lumpuh.

Pada dasarnya, prediksi gempa bumi hingga saat ini belum bisa dilakukan. Catatan sejarah menunjukkan bahwa prediksi gempa bumi hanya satu kali berhasil dilakukan, yaitu pada tahun 1975 di China.

Pada pertengahan bulan Desember 1974, para ahli memprediksi akan terjadi gempa bumi di wilayah Haicheng, China.

Sekitar 90.000 penduduk berhasil dievakuasi sebelum gempa bumi yang terjadi pada tanggal 4 Februari 1975 dengan kekuatan magnitudo 7,5. Keberhasilan prediksi tersebut membuat para ahli di China terus berusaha memprediksi gempa bumi di waktu yang akan datang.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved