Indonesia Ditarget Finis Empat Besar SEA Games 2019
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali menargetkan kontingen Indonesia membawa pulang 45 medali emas
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali menargetkan kontingen Indonesia membawa pulang 45 medali emas dari ajang SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina, 30 November-11 Desember mendatang.
• Istri RMN Rencanakan Ngebom di Bali: Sering Chatting dengan Napi Teroris
Kontingen Merah Putih bakal diperkuat 837 atlet dari 51 cabang olahraga (cabor). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali optimistis para atlet bakal memperbaiki torehan SEA Games 2017.
Saat itu, Indonesia finis kelima dengan perolehan 38 medali emas, 63 medali perak, dan 90 medali perunggu. Atletik menjadi cabor penyumbang medali emas terbanyak (5 medali emas).
“Dari 837 atlet yang kita kirim dengan 51 cabor, target pertama kami itu mau lebih baik dari SEA Games 2017 di Kuala Lumpur (Malaysia). Kami waktu itu peringkat lima, tentu nanti (SEA Games 2019) harus di atas itu,” kata Menpora di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).
Demi mencapai target empat besar, lanjut Menpora, Indonesia setidaknya harus mendapatkan minimal 45 medali emas.
“Kalau diminta berapa target perkiraan, yang dilaporkan ke kami sekitar 50 emas tapi didiskon lagi karena ada margin error karena main di luar. Maka setelah itu kami pastikan dengan CdM tadi (kemarin—red) jadi sekitar 45 (medali emas) dibanding perolehan sebelumnya yaitu 38 medali emas. Mudah-mudahan dengan target 45-50 akan memperbaiki peringkat," ucapnya.
Seperti diketahui pada SEA Games 2019 nanti Indonesia lebih dominan menurunkan pemain muda dengan perbandingan 60:40.
Hal itu sengaja dilakukan untuk mendongkrak para atlet muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertandingan. Rancangan itu telah dibuat Menpora sebelumnya, Imam Nahrawi.
SEA Games 2019 Filipina rencananya diselenggarakan pada 30 November–11 Desember mendatang. Namun ada beberapa cabor seperti sepak bola yang sudah dipertandingkan sepekan sebelum pembukaan.
• Pendaftar CPNS Tembus 1,7 Juta Orang: Kemenkumham Paling Favorit
Dilepas Presiden
Sebelum bertolak ke Filipina, seluruh atlet dan ofisial telah dilindungi dengan vaksin polio terlebih dulu. Pasalnya, pemerintah Filipina telah menerbitkan peringatan wabah polio dan mewajibkan setiap pengunjung yang berangkat ke Filipina untuk divaksin.
Setelah persiapan, Menpora mengatakan keberangkatan kontingen Indonesia bakal dilepas langsung oleh Presiden Joko Widodo.
“Untuk SEA Games kami tinggal menunggu Pak Presiden akan dilepas secara resmi untuk keberangkatannya mudah-mudahan kalau tidak minggu ini, minggu depan, kami sesuaikan waktu Pak Presiden,” kata Menpora.
Cina dukung Indonesia
Sementara itu, Presiden Komite Olimpiade Indonesia (NOC), Raja Sapta Oktohari menyebut pemerintah Cina berkomitmen mendukung Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.
Dalam kunjungan kerjanya, Oktohari difasilitasi Duta Besar Indonesia untuk Cina, Djauhari Oratmangun serta didampingi anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia, Teuku Arlan Perkasa Lukman.
Rombongan NOC Indonesia juga berkesempatan untuk menggelar audiensi bersama Menteri Administrasi Umum dan Olahraga Cina yang juga menjabat sebagai Presiden NOC China, Gou Zhongwen. Rombongan kemudian mengunjungi gedung pelatihan atlet yang terletak di belakang kantor NOC Cina.
Cina menjadi negara pertama yang dikunjungi Oktohari secara resmi untuk meminta dukungan atas rencana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Cina dipilih lantaran punya pengalaman menjadi tuan rumah Olimpiade pada 2008, selain juga karena prestasi olahraganya yang mendunia.
“Gou Zhongwen mengatakan Cina sangat mendukung Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Cina berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh buat Indonesia dan akan membantu yang dibutuhkan Indonesia melalui jaringan-jaringan yang dimilikinya,” ujar Oktohari melalui keterangan pers.
Dukungan penuh tersebut salah satunya juga dilatarbelakangi kekaguman Cina atas kesuksesan Indonesia saat menjadi tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games pada 2018 lalu.
Menurut Oktohari, Cina sangat puas dengan pelayanan, budaya, dan keramahtamahan yang dipertontonkan Indonesia selama menjadi tuan rumah ajang multicabang olahraga terbesar tersebut.
Zhongwen juga disebut Oktohari bersedia untuk menjalin kerja sama lanjutan lewat peogram pelatihan dan pertukaran atlet untuk semua cabor.
“Wajar jika prestasi olahraga Cina saat ini sangat bagus karena memang mereka sangat fokus. Dari yang saya lihat, sport science mereka luar biasa. Mereka memaksimalkan itu untuk mengukur dan meningkatkan kualitas atletnya dalam mencetak prestasi dunia,” kata Oktohari.
• Jadi Tersangka Penembakan Kontraktor, Anak Bupati Belum Ditahan
Kepala Bidang Penerangan dan Sosial Budaya Kedutaan Besar Indonesia untuk Cina, Arianto Surojo menyebut Indonesia juga bakal mendukung kesuksesan Negara Tirai Bambu dalam penyelenggaraan Asian Games 2022 di Hangchou. Termasuk saat Cina menjadi tuan rumah Olimpiade musim dingin 2022.
“Mereka meminta bantuan ke Indonesia karena dianggap sukses dalam menyelenggarakan Asian Games. Mereka mengatakan akan belajar dari Indonesia dan akan mendukung penuh Indonesia untuk jadi tuan rumah Olimpiade 2032,” ucap Arianto.
Dokter Timnas U-23: Manahati Dioperasi
Dokter timnas Indonesia U-23, Syarif Alwi memastikan Manahati Lestusen harus absen dari ajang SEA Games 2019. Bek tengah berumur 25 tahun itu bakal menjalani operasi pergelangan kaki kanan dan kiri yang mengalami cedera.
Operasi dijadwalkan berlangsung di RS Royal Progress, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (18/11) mendatang.
Sebelumnya, Manahati termasuk satu dari tiga pemain senior yang diproyeksikan membela Garuda Muda di SEA Games 2019. Selain Manahati, PSSI juga mendaftarkan empat pemain senior lainnya yakni Evan Dimas Darmono, Zulfiandi, Hansamu Yama Pranata, dan Alberto "Beto" Goncalves.
"Saya pikir tidak mungkin ya Manahati main di SEA Games karena harus dioperasi. Tapi kalau soal pencoretan itu kewenangan pelatih (Indra Sjafri) yang umumkan. Saya hanya bicara dari segi kebugaran sangat tidak mungkin Manahati bisa main di Manila (Filipina, tuan rumah SEA Games 2019)," ujar Syarif kepada Tribun Network di Jakarta, Kamis (14/11) malam.
Selain Manahati, yang membela PS Tira-Persikabo, Syarif juga akan mengevaluasi kondisi Beto dan Yama, sapaan Hansamu Yama Pranata. Beto mengalami kendala di bagian hamstring kanan.
Jumat (15/11) pagi ini, pemain kelahiran Belem, Brasil itu bakal menjalani USG. Beto sempat mengeluhkan sakit ketika melakoni latihan untuk laga uji coba pertama melawan Iran.
“Tergantung hasil besok (hari ini). Dari situ saya akan beri saran ke pelatih. Nanti pelatih yang putuskan Beto dibawa atau tidak," ucap Syarif yang memiliki klinik di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
Sedangkan Yama sampai kemarin malam belum tiba di Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, lokasi Garuda Muda menginap.
"Kalau sudah datang, kami akan cek lagi kebugaran Yama karena dia memang punya kelainan di tulang belakang. Yang jelas dalam memilih pemain, pelatih akan mempertimbangkan pemain yang benar-benar fit," ujar Syarif.
Tanpa senior?
Menurut Syarif, kebugaran jadi syarat mutlak mengingat jadwal padat selama SEA Games 2019. Bila lolos sampai partai puncak, Garuda Muda akan bertanding tujuh kali dalam kurun 14 hari.
Selain itu pemain akan bertanding di rumput sintetis, yang notabene lebih keras daripada rumput biasa.
“Tak mungkin kami bawa pemain yang setengah-setengah. Kalau saya lihat, coach Indra memilih pemain berdasarkan yang benar-benar fit, bukan nama besarnya," ucap eks petinju dan pelatih balap sepeda nasional tersebut.
Sementara Indra mengaku tengah mempertimbangkan untuk tidak menggunakan kuota pemain senior di SEA Games 2019. Sekadar informasi, setiap negara boleh menggunakan dua pemain yang lahir sebelum 1 Januari 1997.
Indra sebenarnya berusaha melakukan perubahan nama-nama pemain senior ke panitia pusat SEA Games 2019. Namun, keinginan mengganti pemain ditolak.
“Pendaftaran pemain sudah ditutup. Yang kami daftarkan kemarin itu pemain senior hanya boleh lima yakni Beto, Zulfiandi, Manahati, Hansamu, dan Evan. Manahati gak bisa dipaksakan, setelah kami daftarkan baru tahu (cedera). Setelah itu kami ajukan ke panitia, gak boleh ganti jadi kami hanya boleh pakai dari 5 itu (yang sudah didaftarkan)," kata Indra.
Saat ini, Indra--pelatih asal Sumatera Barat--berupaya memaksimalkan dua pemain senior tersisa yakni Evan dan Zulfiandi. Tapi di sisi lain, ia dan tim pelatih menyiapkan opsi untuk tidak menggunakan pemain senior di SEA Games 2019.
"Akan dilihat lagi nanti timnas U-23 di SEA Games butuh pemain senior atau tidak. Kan gak wajib juga pakai senior," ujar Indra yang mengaku tidak berpedoman kepada nama besar pemain.
Indra pribadi masih berharap tuah dari Evan dan Zulfiandi. Maklum, keduanya merupakan tulang punggung ketika memperkuat timnas Indonesia U-19.
"Saya berpisah dengan Evan dan Zulfiandi itu dari tahun 2014, jadi sekarang sudah lima tahun. Saya banyak bicara tentang SEA Games termasuk pertandingan dan evaluasi penampilan mereka di klub. Saya berharap mereka bisa bangkit karena banyak isu mereka bukan yang dulu lagi. Saya selalu kasih motivasi ke mereka agar bisa bangkit seperti dulu lagi," tutur eks pelatih Bali United tersebut. (Tribun Network/eko/why/amj)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/eksperimen-terakhir-indra-jelang-sea-games-2019-iran-anggap-indonesia-seperti-thailand.jpg)