Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jadi Tersangka Penembakan Kontraktor, Anak Bupati Belum Ditahan

Anak Bupati Majalengka menjadi tersangka kasus penembakan seorang kontraktor, namun ditahan atau tidaknya menunggu Jumat besok.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
setdamajalengkakab.go.id
Irfan Nur Alam 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Irfan Nur Alam, anak Bupati Majalengka Karna Sobahi resmi menyandang status tersangka pada kasus penembakan terhadap seorang kontraktor.

Adapun Polres Majalengka mengantongi dua alat bukti untuk menjeratnya sebagai tersangka dalam peristiwa penembakan dengan korban Panji Pamungkasandi (40), kontraktor di Majalengka pada Minggu (10/11).

"Penyidik gelar perkara. Ina sudah ditetapkan tersangka  (pada 13 November 2019). Surat pemanggilan pemeriksaan Ina sebagai tersangka sudah dilayangkan untuk diperiksa besok," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Kamis(14/11).

Seperti diketahui, kasus ini terjadi di Ruko Hana Sakura Jalan Cigasong Kabupaten Majalengka.

Bupati Majalengka Akui Anaknya Terlibat Penembakan Kontraktor, tapi Bantah Terkait Proyek

Menurut berbagai versi, Irfan melepaskan tembakan. Menurut versi kubu Irfan, tembakan dilepaskan untuk membubarkan massa yang datang bersama Panji.

Menurut kubu Panji, Irfan sempat menodongkan pistol itu ke kepalanya. Panji menemui Irfan untuk menagih sisa pembayaran proyek pembangunan SPBU.

"Yang bersangkutan dilaporkan oleh korban (Panji) terkait perbuatan yang diatur di Pasal 170 KUH Pidana dan Undang-undang Darurat tentang penggunaan senjata api. Ditetapkan tersangka pada Rabu (13/11)," ujar Trunoyudo.

Meski menyandang status tersangka, Irfan Nur Alam belum ditahan.

Sesuai aturan KUHAP, penahanan dilakukan karena dikhawatirkan tersangka menghilangkan barang bukti dan melarikan diri.

Polisi sudah mengantongi barang bukti pistol dan peluru serta kesaksian dari korban. "Nanti kita lihat Jumat bagaimana, ditahan atau enggak. Tergantung penyidik," katanya.

Putra Bupati Majalengka Ungkap Ada 20 Orang Datang Menyerang, Sebelum Senjata Meletus

Proyek SPBU

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Asep Eka Mulyana mengatakan pihaknya akan menelusuri proyek perizinan pembangunan SPBU yang diduga menjadi sebab musabab penembakan antara Panji dan Irfan.

Penelusuran tersebut dilakukan agar kasus menjadi terang menderang dan tidak ada salah paham.

"Tidak menutup kemungkinan, jika diperlukan kita akan klarifikasi ke DPMPTSP," kata Asep.

Sebelumnya, penasihat hukum Irfan Nur Alam, Diarson Lubis membantah keterlibatan kliennya dalam proyek perizinan SPBU tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved