Wawancara Khusus
Ini Ungkapan Terdalam Dewi Tanjung soal Novel Baswedan, Buta Kok Jalan Kencang
Dewi Tanjung polisikan Novel Baswedan karena mencari fakta kebenaran agar kauss ini ada kejelasan dan tak timbulkan kegaduhan di masyarakat.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Harusnya, KPK bekerja untuk negara bukan untuk Novel Baswedan.
Dalam perkara ini, KPK tidak boleh berpihak. Karena saya tidak menuduh KPK, saya tidak menuduh Novel.
Dari awal perkataan saya dugaan rekayasa. Ini dugaan. Bahasa hukum adanya rekayasa kejanggalan-kejanggalan yang saya terima. Semakin hari-semakin aneh.
Tribun: Berselang beberapa hari dari pelaporan Novel Baswedan, advokat OC Kaligis mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Apa tidak terkesan, pelaporan ibu dan upaya pengajuan gugatan OC Kaligis itu merupakan bentuk serangan kepada Novel?
Saya tidak mengerti. Saya tidak paham itu. Saya tidak ikuti. Saya kecewa saja, mereka-mereka yang katanya bela korupsi, malah mengeluarkan statement ini itu kan bukan domain mereka mengeluarkan pendapat.
Tribun: Kenal Novel Baswedan dan apakah pernah bertemu?
Tidak kenal. Secara pribadi saya tidak mengenal Pak Novel.
Tidak mungkin beliau mau kenal saya, perempuan biasa bukan siapa-siapa. Saya ini bukan siapa-siapa. Saya itu hanya kader. Kader yang mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dari Bogor, tetapi gagal. Kalau ketemu langsung.
Nah ini satu kebingungan saya pada 2018, pada waktu itu di Bandara. Saya melihat Novel Baswedan. Itu buta di kanan.
Di Cengkareng. Itu dia kayak memakai sesuatu di kanan. Saya mengantarkan teman. Papasan saja. Saya tunjuk teman saya, itu penyidik KPK, Novel. Di Kanan.
Tetapi, waktu kemarin di TV di kiri terus. Saya bilang sama teman, mungkin kayak kontrakan bisa pindah-pindah.
Terminal 3 Garuda. Saya menunggu teman, teman datang habis saya antar teman saya satu lagi ke Bangka, saya tunggu teman dari luar kota, ketemu terus saya tunjuk, itu loh KPK, pada waktu itu begitu.
Tribun: Kalau bertemu dengan Novel apa yang akan disampaikan?
Pertama saya tentu mengeluarkan rasa empati saya atas musibah yang dialami. Kita mencari fakta kebenaran hukum, ya, kalau memang pihak Novel bertemu dengan saya syukur Alhamdulillah. Saya sebagai warga negara yang baik hanya ingin tahu.
Tribun: Selain Novel Baswedan, Anda pernah melaporkan sejumlah orang ke kepolisian?
Iya, people power. Begitu Eggi Sudjana mengeluarkan bahasa provokasi mau people power, saya laporkan Eggi tanggal 23 April 2019.
Tidak lama lagi saya laporkan Amien Rais, Bachtiar Nasir, Habib Rizieq. Jadi empat. Tidak lama, Lisa. Kasus Lisa yang menghina PDI Perjuangan atas kongres di Bali.
Tribun: Sebelum melaporkan Novel Baswedan, Anda tahu risiko yang akan diterima?
Iya. tidak ada orang yang menyuruh saya. Saya melaporkan Novel ini bukan karena ngawur, bukan karena saya mau mengerjain polisi, ini bukan hal kecil. Risikonya saya, keselamatan saya, nyawa saya dan saya akan dituntut balik.
Tidak mungkin saya bermain-main di kasus ini. Tidak mungkin saya mencari sensasi di kasus ini. Seperti statement ini, Dewi Tanjung ini mencari sensasi dari kasus saya.
Saya sebelum melaporkan Novel Baswedan, saya sudah terkenal menjebloskan Eggy ke penjara. Selama 30 hari masuk pesantren.
Jadi, tidak ada dan saya sudah terkenal di media sosial dan youtube saya kan semua viral.
Salah besar kalau saya numpang nama dari Novel Baswedan.
Kecil banget saya numpang tenar dari Novel Baswedan, saya hanya mencari fakta kebenaran agar kasus ini kejelasan dan kedudukan jelas di mata masyarakat tidak terjadi kegaduhan dan kecurigaan
Salah besar orang-orang ini menuduh saya mengkriminaliasi Novel, lalu menyeret ke KPK itu salah besar.
Karena tidak ada hubungan dengan KPK. Lalu, salah besar Novel mengatakan saya ngawur. Lalu, saya mau mengerjai polisi. Nanti terbalik loh, dia atau saya yang mau mengerjai polisi. Makanya, kenapa saya melaporkan ke polisi, karena yang bisa menyelidiki ini polisi.
Tribun: Pasca melaporkan, apakah sudah pernah menerima teror atau ada orang yang nongkrong terus di dekat kediaman rumah?
Iya, kalau dicaci maki sama pendukung Novel sudah pasti. Sampai saat ini Alhamdulillah belum.
Karena tidaklah ya, kalau sampai itu terjadi kan orang bisa melihat saya berseteru dengan siapa saat ini.
Jadi kalau sampai itu terjadi, saya serahkan sama Allah SWT. termasuk Allah yang membacking saya melindungi saya selama ini dalam menegakkan kebenaran mencari fakta kebenaran.
(gle/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dewi-tanjung-saat-diwawancarai-kompastv-live.jpg)