Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wawancara Khusus

Ini Ungkapan Terdalam Dewi Tanjung soal Novel Baswedan, Buta Kok Jalan Kencang

Dewi Tanjung polisikan Novel Baswedan karena mencari fakta kebenaran agar kauss ini ada kejelasan dan tak timbulkan kegaduhan di masyarakat.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
KompasTV Live/YouTube
Dewi Tanjung 

Harusnya kulit lebih sensitif. Jadi berawal dari situ saya mulai berani dengan segala risiko yang akan saya dapat.

Contoh dengan perban dia, kepala dia yang diperban, hidung diperban, mata tidak diperban tahu-tahu buta parah sampai tidak bisa lihat.

Saya bilang, Novel kan sudah melakukan operasi OKP, stential membran plasenta, berarti harusnya kornea atau selaput sudah membaik. Tetapi, kenapa memburuk.

Berarti kalau seumpama dia memburuk, berarti bahasa itu, loh rumah sakit tidak bagus. Harusnya kan bagus, karena itu yang saya sempat bingung.

Lalu, statement dari pengacara Novel bilang, Novel itu membaca saja sampai didekatkan ke mata karena sudah 30 persen dia mempunyai penglihatan.

Tetapi, kalau jalan kenapa kencang orang buta.

Katanya yang satu sudah buta permanen, satu lagi tinggal 30 persen seberapa sih kekuatan 30 persen melihat. Maksud saya ini secara kasat mata yang saya pelajari.

Tribun: Akhirnya, melaporkan kejanggalan ini. Apa pelaporan sepengetahuan partai politik dan bagaimana sikap partai politik setelah pelaporan?

Iya, jadi tidak ada atas nama partai, tidak ada instruksi partai di luar ini semua. Makanya saya sedikit kecewa ditulis saya itu politisi PDI P.

Padahal, saya berbicara atas nama rakyat. Jadi kan saya tidak enak dengan partai yang tidak tahu apa-apa. Karena tidak ada hubungan dengan partai, partai tidak ikut campur.

Tidak ada hubungan dengan partai. Dan saya sudah mengeluarkan statement di awal wawancara di SPKT tidak ada hubungan dengan partai, tetapi tetap ditulis.

Tribun: Sejumlah pihak memandang upaya pelaporan ini merupakan bentuk mendeskreditkan KPK dan mengkriminalisasi Novel, bagaimana tanggapannya?

Saya tidak ada hubungan dengan KPK. Ini tidak ada hubungan dengan KPK.

Makanya, saya cukup bingung, KPK kok mengeluarkan statement mereka pasang badan.

KPK ini milik negara bukan milik Novel Baswedan. KPK milik negara bukan milik Novel Baswedan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved