Wawancara Khusus
Ini Ungkapan Terdalam Dewi Tanjung soal Novel Baswedan, Buta Kok Jalan Kencang
Dewi Tanjung polisikan Novel Baswedan karena mencari fakta kebenaran agar kauss ini ada kejelasan dan tak timbulkan kegaduhan di masyarakat.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Tribun: Berawal dari rasa empati, lalu, malah balik melaporkan Novel Baswedan, karena menilai ada kejanggalan. Kejanggalan seperti apa?
Saya melihat ada rekaman CCTV yang di rilis oleh Tempo.
Saya perhatikan di situ, pernyataan awal Novel Baswedan situasi di situ sepi tidak ada orang, tetapi di dalam rekaman CCTV ternyata ada dua orang memakai mukena.
Lalu, saya pelajari di berita-berita yang beredar bahwa pelaku itu memakai mug atau cangkir karena ditemukan oleh tim labfor ada cangkir kaleng di lokasi.
Saya pelajari, akhirnya saya peragakan sendiri cangkir dengan botol lebih mana efek air itu keluar ternyata cangkir.
Sekarang kita berlogika, apabila kita pegang cangkir lalu naik motor, motor tidak pelan-pelan banget loh itu agak sedikit kencang.
Pasti begitu dia siram itu air tumpahan akan semua keluar dari cangkir dan mengenai wajah.
Lalu, saya kan menghitung jarak dia terkena itu di lempar air keras. Jadi, maksud saya itu di situ saya mulai bingung. Novel katanya berlari kembali ke masjid,
Saya baca dari media ada 30 meter ada 50 meter, tapi yang 50 meter atau 30 meter lah kita taruh. Jarak dia dalam kondisi kesakitan, kepanasan, dia lari ke sana tidak mungkin dia dalam kecepatan, karena dia memakai gamis.
Nah, kalau dia lari, dia akan jatuh terjerembab. Karena posisi kita kesakitan, fokus tidak ke badan lain, tetapi ke muka.
Fokus ke rasa sakit. Dia lari katanya mencuci muka di tempat wudhu teriak-teriak minta tolong. Itu yang saya baca di media.
Nah, lalu baru datang orang, orang baru keluar untuk menolong dia. Sekarang, logika dari jarak dia lokasi penyiraman ke tempat wudu itu pasti memakan waktu, tentu si air keras sudah bereaksi ke kulit dia
Iya, kita kesiram air panas saja melepuh. Ini air keras di atas air panas. Nah, jadi disaat itu kan ada jeda waktu dia sampai ke tempat wudu.
Itu air keras sudah bereaksi terutama kepada kulit tipis itu mata. Kenapa? Kalau kita perawatan wajah, mata ditutupi. Karena tidak boleh kena cream wajah.
Satu lagi bukti, waktu saya diwawancara di Kompas TV. Aiman kasih bukti beton saja hancur, di tempat kejadian perkara, tetapi muka Novel tidak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dewi-tanjung-saat-diwawancarai-kompastv-live.jpg)