Wawancara Khusus

Ini Ungkapan Terdalam Dewi Tanjung soal Novel Baswedan, Buta Kok Jalan Kencang

Dewi Tanjung polisikan Novel Baswedan karena mencari fakta kebenaran agar kauss ini ada kejelasan dan tak timbulkan kegaduhan di masyarakat.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
KompasTV Live/YouTube
Dewi Tanjung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Dewi Tanjung belakangan ini ramai diperbincangkan. Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menjadi pembicaraan, karena melaporkan penyidik KPK, Novel Baswedan, telah merekayasa insiden penyiraman air keras ke wajahnya.

Laporan itu dibuat ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Upaya pelaporan itu bukan pertama kali yang dilakukan oleh Dewi Tanjung.

Sebelumnya, dia pernah melaporkan advokat Eggy Sudjana, mantan ketua MPR RI, Amien Rais, ulama, Bachtiar Nasir, tokoh Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, dan warga masyarakat, Lisa Amartatara.

Novel Baswedan, merupakan orang keenam yang dilaporkannya kepada aparat kepolisian.

Lantas, apa yang menjadi alasan melaporkan Novel dan siapa Dewi Tanjung?

Berikut wawancara eksklusif Tribun dengan Dewi Tanjung, Minggu (10/11).

Tribun: Apa latar belakang sampai akhirnya melaporkan Novel Baswedan kepada aparat kepolisian?

Tidak ada yang melatarbelakangi. Itu, cuma rasa empati kepada kasus ini.

Di awal saya simpati, empati saya tinggi sama Novel Baswedan. Bisa dilihat di status-status saya membela dia. Mengutuk keras.

Kenapa saya sampai seperti ini? Saya melihat masyarakat itu gaduh dan timbul kecurigaan.

Kegaduhan di masyarakat, karena ketidakjelasan kasus hukum ini. Dari situ saya mulai mempelajari. Saya pelajari.

Tribun: Timbul kegaduhan di masyarakat soal insiden penyiraman Novel Baswedan yang tidak kunjung terungkap. Masyarakat mana yang gaduh?

Bisa dilihat di media sosial. Di media sosial itu juga banyak yang tidak percaya kasus ini. Dan, mereka butuh kepastian. Mereka butuh kepastian.

Tribun: Sempat menaruh empati kepada Novel Baswedan, karena mengalami penyiraman air keras?

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved