Proyeksi Bursa Saham: Simak Prediksi Pergerakan Rupiah

Sentimen internal masih menjadi pemberat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Proyeksi Bursa Saham: Simak Prediksi Pergerakan Rupiah
antara
Penutupan perdagangan IHSG di lantai Bursa Efek Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sentimen internal masih menjadi pemberat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemarin, IHSG turun 0,84% ke 6.165,625.

Investor asing juga masih menarik dana dari bursa saham. Bahkan aksi jual bersih atau net sell investor asing mencapai Rp 1,12 triliun di pasar reguler dan Rp 1,35 triliun di semua pasar.

Tokopedia Tambah Penjual

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, sentimen intervensi Presiden Joko Widodo yang meminta perbankan memotong suku bunga kredit dan pinjaman masih mempengaruhi pasar. Ini membuat investor keluar. "Sejak Rabu (6/11), saham-saham perbankan banyak yang tergerus,” kata dia, kemarin.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan melihat, hari ini IHSG dapat rebound asalkan sentimen baik masih masuk ke bursa. Salah satu katalis positif datang dari negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China yang mulai menemukan titik terang.

Faktor penguatan rupiah juga membuat peluang IHSG untuk menguat cukup terbuka. "Kemungkinan ada teknikal rebound karena IHSG juga sudah terkoreksi cukup dalam," lanjut Alfred.

Alfred memperkirakan, IHSG hari ini bergerak di rentang 6.120-6.242. Hitungan Herditya, IHSG bergerak di kisaran 6.120-6.220.

Efisiensi Mengerek Cuan CEKA

Uang dolar
Uang dolar (kompas.com)

Rupiah Makin Kuat

Kombinasi sentimen eksternal dan internal sokong rupiah. Kemarin, kurs spot rupiah naik 0,18% jadi Rp 13.998 per dollar Amerika Serikat (AS). Namun, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia melemah 0,34% ke Rp 14.040 per dollar AS..

Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya mengatakan, rilis cadangan devisa Indonesia Oktober yang naik US$ 2,4 miliar menjadi US$ 126,7 miliar berhasil menopang mata uang Garuda.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri menyebut, negosiasi dagang antara China dan AS juga akan jadi angin segar bagi mata uang emerging market hari ini. "Sentimen ini masih menjadi penggerak,' kata Reny.

Skema Investasi Dana Lender dari Fintech

AS dan China sepakat mencabut pengenaan tarif masuk. Reny memperkirakan, rupiah hari ini bergerak antara Rp 13.850-Rp 14.050 per dollar AS.

Sedang Andian menghitung, rupiah bergerak dalam rentang Rp 13.930-Rp 14.050 per dollar AS. (Irene Putri S/Danielisa P/Akhmad Sadewa Suryahadi)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved