Tokopedia Tambah Penjual

Raksasa e-commerce Indonesia, Tokopedia mengincar penjualan kotor atau gross merchandise value (GMV) tahun ini

Tokopedia Tambah Penjual
kontan
Bisnis Online Tokopedia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MAKASSAR - Raksasa e-commerce Indonesia, Tokopedia mengincar penjualan kotor atau gross merchandise value (GMV) tahun ini Rp 222 triliun atau setara dengan 1,5% perekonomian Indonesia.

Bukan Prioritas, DPK Valas Bank Menciut

Tokopedia terus menambah jumlah seller untuk mencapai target tersebut. Bahkan Tokopedia terus mencari mitra hingga ke pelosok daerah agar semakin banyak seller.

Tokopedia klaim hingga awal November ini memiliki 6,6 juta seller. Sebagian besar seller merupakan kategori ultra mikro atau pebisnis dengan penghasilan di bawah Rp 100 juta per bulan. Namun kontribusi pebisnis ultra mikro ini terhadap ekonomi domestik ternyata memiliki dampak yang besar.

Leontinus Alpha Edison, Co Founder Tokopedia menyebut berdasarkan riset LPEM UI, kontribusi Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia mencapai 1% pada tahun lalu.

Salah satunya adalah sumbangsih dari para pebisnis ultra mikro tersebut. Oleh karena itu, Tokopedia tak hanya mengembangkan bisnis di kota besar, tapi juga menjaring seller hingga ke pelosok daerah.

Skema Investasi Dana Lender dari Fintech

Salah satu fokus penambahan seller di Sulawesi Selatan (Sulsel). "Di Sulsel petumbuhan seller cukup signifikan sampai 59% dari tahun 2018 ke 2019. Penjualan dari Sulsel yang ke luar pulau itu lebih dari 30%," ujar Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Lead Tokopedi di sela-sela kunjungan mitra seller di Makassar, Kamis (7/11).

Manajemen Tokopedia optimistis peningkatan seller akan memacu GMV. Di Sulsel misalnya, total penjualan tahun lalu mencapai Rp 160,37 miliar. GMV tahun ini diprediksi meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp 440,13 miliar.

Strategi itu juga sesuai dengan rekomendasi riset LPEM UI.  Tokopedia telah menjadi pencipta lapangan kerja serta sumber penghasilan jutaan masyarakat.

Tokopedia memberikan tambahan tenaga kerja baru 10,3% pada tahun lalu atau setara 857.000 tenaga kerja dengan 309.000 tenaga kerja diantara benar-benar menggantungkan hidupnya dari salah satu unicorn tersebut.

"Kami sudah MoU dengan Kementerian Desa, dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk turun ke desa-desa dan bikin Tokopedia Center dan Tokopedia Corner. Tim merchant-merchant kami turun ke lapangan dan melakukan training," terang Leontinus.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved