Breaking News
Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Diabetes

Malas Bergerak Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Pola hidup dengan aktivitas fisik yang minim bisa meningkatkan risiko diabetes.

Tayang:
Editor:
SHUTTERSTOCK
Penyakit Diabetes 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pola hidup dengan aktivitas fisik yang minim, atau malas bergerak bisa meningkatkan risiko diabetes.  

Diabetes merupakan penyakit kronis serius yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau di atas normal.

Pada umumnya, diabetes dipicu oleh pola hidup tidak sehat, salah satunya konsumsi gula dan lemak berlebih.

Sering Merasa Lapar, Waspada Diabetes, Ini Tanda-tanda Lainnya

7 Pemanis Rendah Kalori untuk Penderita Diabetes

Selain diabetes, penyakit tidak menular lainnya yang juga berkaitan dengan pola hidup tidak sehat antara lain penyakit jantung, darah tinggi, dan stroke.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes di tingkat nasional meningkat, dari 1,5 persen pada 2013 menjadi 2 persen pada 2018.

Di DKI Jakarta, angka kejadian diabetes meningkat dari 2,5 persen menjadi 3,4 persen.

Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati.

Oleh karena itu, ada baiknya jika kita mengetahui lebih lanjut tentang penyebab diabetes, sehingga bisa menghindarinya lebih dini.

Penderita Hipertensi dan Diabetes Jangan Tidur Kurang dari 6 Jam, Akibatnya Fatal

Manfaat Daun Lobak Untuk Kesehatan, Bisa Sembuhkan Rematik dan Cegah Diabetes

Sebab, penderita diabetes seringkali tidak menyadari telah mengidap diabetes dalam jangka waktu yang lama, hingga muncul komplikasi serius.

Penyakit ini pun kini tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga sudah ditemukan pada anak-anak dan remaja.

Kemajuan teknologi jadi salah satu penyebab

Kemajuan dan perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka penderita diabetes.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Dwi Oktavia Handayani MEpid menjelaskan, kemajuan teknologi mengakibatkan adanya transisi perilaku di masyarakat.

Nick Jonas Pernah Nyaris Koma Karena Diabetes: Aku Sangat Takut

Ini Penjelasan Mengapa Diabetes Membuat Gampang Kembung dan Sering Kentut

Bermain gawai sudah menjadi hal biasa bagi kebanyakan orang, termasuk dari usia anak.

Akhirnya, banyak orang terbiasa dengan pola hidup dengan aktivitas fisik yang minim dan berakhir pada kegemukan.

"Pasif, hanya di sofa, di tempat tidur. Akhirnya pola metabolisme tubuh berubah dan risiko diabetes meningkat."

Begitu kata Dwi ketika kampanye ‘Deteksi Dini dan Batasi Gula Garam Lemak untuk Cegah Diabetes’ di kawasan Mampang, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Kemajuan teknologi juga berubah pada transisi gizi.

Tak Selalu Penderita Diabetes Ialah Orang Bertubuh Gemuk, Berikut Ini Kenalilah 4 Jenis Diabetes

Bijaklah Dalam Memilih Makanan yang Tepat, Hindari Makanan Manis dari Diabetes, Cek Disini

Jika dulu orangtua cenderung memegang peran besar dalam menjaga asupan gizi anak, kini kebiasaan makan anak juga dipengaruhi dengan kemudahan memperoleh makanan dalam berbagai jenis.

Tak hanya anak-anak, orang-orang dewasa pun kini banyak memanfaatkan fasilitas pesan makanan, sehingga mereka tak perlu meninggalkan tempat untuk membeli makanan yang diinginkan.

"Sekarang makanan tidak sehat lebih mudah dicapai akibatnya pemilihan pola makan lebih ke fast food atau junk food.

"Tinggi karbohidrat dan lemak serta kurang serat," tutur dia.

Mengurangi gula, garam, dan lemak

Dwi menekankan pentingnya mengubah perilaku hidup masyarakat mulai dari menerapkan pola makan seimbang dan memperbanyak aktivitas fisik.

Untuk pola makan, hal paling minimal yang bisa dilakukan misalnya membatasi asupan gula, garam, dan lemak.

Batas konsumsi gula adalah 50 gram (empat sendok makan) per hari, garam lima gram (satu sendok teh) per hari, dan lemak 67 gram (lima sendok makan) per hari.

"(Eliminasi) makanan tinggi karbohidrat dan lemak."

"Karbohidrat termasuk gula sederhana, minum atau makan makanan manis akan kembali dikonversi jadi gula, kaebohidrat juga dikonversi jadi gula dan timbunan lemak," ujar Dwi.

Jangan lupa memperbanyak aktivitas fisik, terlebih jika merasa berat badan sudah berlebih.

Dwi menyarankan memulai olahraga sesuai dengan kemampuan tubuh dan lakukan secara bertahap.

"Kalau tidak biasa olahraga, paling sederhana jalan kaki terserah pagi, siang, malam, sesuaikan waktunya dan bertahap."

"Lama-lama ditambah durasi dan kecepatannya sampai rutin minimal bisa 150 menit setiap minggu," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awas, Ancaman Diabetes bagi Kamu yang Kurang Gerak..."

Kisah Student Power di Sekolah Berikut Ini, Kepsek Turuti Permintaan Siswa

Pangdam Merdeka Bertemu Wagub Bahas Koordinasi Pengamanan Daerah

Kata Kuncen Astana Giri, Prabowo-Puan Direstui Presiden Soeharto di Pilpres 2024, Hanya 1 Periode

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved