Berita Bolmong
Kisah Student Power di Sekolah Berikut Ini, Kepsek Turuti Permintaan Siswa
Dengan suara keras dan lantang, salah satu siswa kelas XII SMK Negeri 1 Mopuya, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara, membacakan tuntutan siswa.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dengan suara keras dan lantang, salah satu siswa kelas XII SMK Negeri 1 Mopuya, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, membacakan tuntutan siswa, Rabu (06/11/2019) di halaman sekolah itu.
Suaranya ditingkahi sorakan dari ratusan rekan - rekannya yang membawa poster dan spanduk.
Suasana begitu riuh.
Beberapa orang berseragam putih hitam yang berada di sana mengabadikan momen itu lewat ponsel.
Informasi yang dihimpun tribunmanado.co.id, ada 12 tuntutan siswa dalam demo kali ini.
Inti tuntutan siswa adalah mencabut skors terhadap seorang siswa berinisial JM serta menghapus aturan denda di sekolah tersebut.
Siswa juga minta sekolah memindahkan guru yang membuat aturan tersebut.
Mumu diketahui diberi skors sepuluh hari akibat ketahuan makam di kantin saat jam pelajaran.
Ia juga kena denda 50 ribu akibat pelanggaran tersebut.
Dalam demo hari kedua, tuntutan melebar.
Misalnya mereka minta sekolah agar membuka kembali jurusan asisten keperawatan serta menambah fasilitas olahraga bagi siswa.
"Kami sudah tidak tahan lagi," kata Kevin Lumintang seorang siswa.
"Selama ini kami diam saja dan diperlakukan seperti ini, saatnya kita melawan," kata siswa lainnya.
Demo berlangsung sekira 30 menit.
Kepsek SMK Negeri 1 Mopuya Nyoman Nuarte tampil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kisah-student-power-di-sekolah-berikut-ini-kepsek-turuti-permintaan-siswa.jpg)