Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tito Ungkap Pengalaman Berat Kapolri: Presiden Beri Waktu Dua Bulan pada Idham Azis

Mantan Kapolri Jenderal (Purnawirawan) Tito Karnavian mengungkapkan pengalamannya, sangat berat menjalankan tugas

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
you tube sekretariat Presiden
Jokowi Mengganti pangkat di pundak Idham Azis saat resmi dilantik jadi Kapolri, Jumat (1/11/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Mantan Kapolri Jenderal (Purnawirawan) Tito Karnavian mengungkapkan pengalamannya, sangat berat menjalankan tugas memimpin Polri yang membawahkan lebih dari 450 ribu anggota.

Penegakan hukum di tengah masyarakat yang sangat majemuk, dan demokratis bukanlah pekerjaan mudah. Ia pun berpesan kepada Jenderal Idam Azis, banyak pekerjaan besar, seperti pilkada serentak 2020 di 270 daerah.

Aston Villa vs Liverpool: Mimpi Alexander-Arnold

"Banyak pekerjaan yang harus dikerjakan oleh Pak Idham. Jadi kapolri enggak gampang," kata Tito Karnavian usai menghadiri pelantikan Kapolri baru, Jenderal Idham Azis oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11).

Tito mengatakan, menjabat kapolri tidak mudah karena ada 450 ribu anggota Polri yang harus diurus. Apalagi, anggota Polri tersebut tersebar di 34 polda, 500 lebih polres, dan hampir 5.000 polsek yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Idham, kata Tito, harus memastikan seluruh anggotanya bisa melaksanakan tugas pokok pemeliharaan kamtibnas sambil mengoptimalkan pelayanan kepada publik. "Penegakan hukum itu tidak gampang di tengah negara yang sangat pruralistik dan demokrasi yang cenderung bebas," kata dia.

Tito menyebut, satu yang menjadi tantangan adalah menjaga keamanan Pilkada 2020. Ada 270 daerah yang akan menggelar pilkada secara serentak. Ada juga permasalahan terkait kejahatan konvensional, seperti perampokan, begal, kekayaan negara, ilegal loging, ilegal fishing, serta masalah lingkungan.
"Kompleks sekali. Saya merasakan tiga tahun tiga bulan merasa cukup berat," kata dia.

Perwakilan KSPI Bersama SBSI Usulkan Rp 3,5 Juta untuk Kenaikan UMP Sulut 2020

Tito lahir di Palembang 26 Oktober 1964. Usianya genap 55 tahun, dan sebenarnya masih punya kesempatan memimpin Polri hingga tiga tahun ke depan. Perwira tinggi polri, pensiun pada usia 58 tahun. Ia ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Kapolri pada 13 Juli 2016 dan berakhir pada 22 Oktober 2019, selanjutnya menduduki kursi Menteri Dalam Negeri.

Tito yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri pun menyatakan siap bekerja sama dengan Idham, utamanya terkait situasi keamanan di daerah. "Pasti. Kan saya pembina untuk kepala daerah," ucap Tito.
Presiden Jokowi melantik dan mengambil sumpah Kapolri baru Idham Aziz, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/11) sekitar pukul 09.30 WIB.

Presiden Joko Widodo memberi tenggat waktu dua bulan, 1 November sampai awal Desember 2019 bagi Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Presiden melantik kapolri baru, mengganti Tito Karnavian yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri.

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," kata Jokowi. Namun ia, tidak menjawab saat ditanya apakah ia akan membentuk tim gabungan pencari fakta independen jika target itu tak terpenuhi.

Jokowi sebelumnya sempat memberi target ke Kapolri terdahulu, Tito Karnavian, untuk mengungkap kasus Novel dalam 3 bulan. Target itu diberikan Jokowi pada 19 Juli, setelah tim gabungan pencari fakta yang dibentuk Tito gagal mengungkap kasus tersebut.

Namun hingga tenggat waktu yang diberikan berakhir, kasus Novel belum juga terungkap. Presiden Jokowi mengangkat Tito Karnavian menjadi Mendagri Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu.

Anak Korban Penganiayaan Ibu dengan Cambuk Sapi Dirawat di Puskesmas

Jokowi melantik Idham Azis di Istana Merdeka. Setelah pembacaan keputusan presiden, Idham Azis menandatangani berita acara pelantikan. Dia didampingi pula Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Pangkat Idham Azis pun dinaikkan menjadi jenderal polisi. Selanjutnya, Jokowi mengganti tanda pangkat Idham Azis yang terpasang di pundak, dari bintang tiga menjadi bintang empat.

Prioritas utama yang harus dilaksanakan Idham Azim sebagai pesan dari Jokowi adalah kerja, kerja, dan kerja. "Presiden menyampaikan kepada saya, kerja, kerja, dan kerja," ujar Idham Aziz.

Idham Aziz mengatakan, ia akan melanjutkan tugas-tugas yang sudah dilakukan Kapolri sebelumnya Tito Karnavian dan akan menguatkan program pemerintah.
Utang 2 Tahun

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved