Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Pekerja Magang Tanpa Bayaran di AS, Ternyata Lebih Banyak Manfaatnya

Pengusaha sering lebih menghargai pengalaman daripada faktor akademi, seperti jurusan atau nilai yang dicapai di perguruan tinggi.

net
Manfaat magang 

Kerja magang telah dipraktikkan sejak Abad Pertengahan.

Saat itu para pengrajin melatih tenaga kerja tidak terampil dalam sektor itu. Kini, sedikitnya 60 persen lulusan perguruan tinggi telah menyelesaikan masa magang, menurut Asosiasi Nasional Perguruan Tinggi dan Pengusaha (National Association of Colleges and Employers/NACE).

Pada tahun 2014, 46,5 persen pekerja magang tidak dibayar.

Magang tanpa bayaran dilindungi oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika sejak tahun 2018 ketika departemen itu melembagakan apa yang dikenal sebagai “uji penerima manfaat utama."

Pegadaian Kanwil V Edukasi Jasa Keuangan ke 123 Mahasiswa Magang FEB Unsrat

20 Perusahaan Terbaik untuk Jadi Tempat Magang pada 2019

Departemen tersebut mengizinkan pekerjaan magang yang tidak dibayar, jika pelaku kerja magang menerima manfaat lebih besar dari pengalamannya daripada pemberi kesempatan magang.

Magang adalah kredensial paling penting untuk memasuki bursa kerja, menurut sebuah studi Chronicle of Higher Education pada tahun 2012.

Pengusaha sering lebih menghargai pengalaman daripada faktor akademi, seperti jurusan atau nilai yang dicapai di perguruan tinggi.

Seperti dilansir dalam Jurnal NACE edisi Mei 2017, pekerja magang memiliki kesempatan lebih baik ketika mencari pekerjaan setelah lulus dari perguruan tinggi.

Artikel dalam jurnal itu menyatakan, “penelitian terbaru menunjukkan bahwa mahasiswa yang lulus dengan pengalaman magang, secara umum, lebih mungkin mendapatkan pekerjaan daripada mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman setelah lulus.”

“Yang bisa kami perhatikan adalah banyak pekerja magang menjadi individu-individu yang sukses. Magang adalah pintu gerbang menuju dunia kerja," kata Guillermo Creamer, Wakil Direktur Pay Our Interns, sebuah kelompok nirlaba yang mengupayakan agar lebih banyak pekerja magang di kantor-kantor pemerintah mendapat upah.

Para mahasiswa dari keluarga-keluarga berpenghasilan lebih tinggi, yakni mereka yang berpendapatan AS$120 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar setahun lebih mungkin sering dijumpai sebagai pekerja magang dengan bayaran di perusahaan-perusahaan.

Magang seringkali merupakan kesempatan bagi pengusaha untuk menguji calon karyawan, sekaligus merupakan jalur bagi pekerja magang untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang didambakan setelah lulus dari perguruan tinggi. (*)

Inilah Cabor yang Dipertandingkan di PON Papua, Pengurus Bridge dan Golf Kecewa

Tak Ada Urgensinya Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Wiranto Butuh Waktu 1 Minggu: Dokter Buang Usus Halus 40 Cm

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved