Sains

Tinggal 2 Ekor Betina di Dunia, Ilmuwan Kembangkan Program Bayi Tabung Badak Putih Utara

Mengutip Live Science, ada dua embrio yang saat ini dilakukan eksperimen di laboratorium dan diharapkan bisa tumbuh hingga dewasa

Tinggal 2 Ekor Betina di Dunia, Ilmuwan Kembangkan Program Bayi Tabung Badak Putih Utara
Daily Nation/NATION MEDIA GROUP
Inilah Sudan, badak putih utara jantan terakhir di dunia. Senin (19/3/2018), tim konservasi Kenya mengonfirmasi Sudan mati akibat komplikasi penyakit yang diderita. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat dunia memiliki tanggung jawab yang berat untuk mempertahankan keturunan dari hewan yang dinyatakan hampir punah.

Salah satu hewan yang masuk dalam spesies hampir punah adalah badak putih utara.

Spesies ini kini hanya hanya tertinggal dua ekor dan itu pun betina.

Dua badak putih utara itu tidak akan pernah kembali muda.

Namun yang diharapkan ialah keturunan genetiknya akan memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.

Mengutip Live Science, pada Rabu (11/9/2019) ada dua embrio yang saat ini dilakukan eksperimen di laboratorium dan diharapkan bisa tumbuh hingga dewasa.

Baca: 7 Manfaat Kunyit yang Diakui Dunia Barat, Bisa Mencegah dan Mengobati Berbagai Penyakit

Baca: 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan

Baca: 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh

Tim peneliti internasional telah bekerja selama bertahun-tahun menggunakan fertilisasi in-vitro untuk menyelamatkan badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni).

Fertilisasi in-vitro biasanya disebut dengan bayi tabung, yaitu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh sang wanita.

Saat ini setelah para peneliti berhasil membuahi dua dari telur-telur itu, mereka akan menanamkan embrio yang dibuat di laboratorium tadi ke dalam rahim anggota subspesies yang berkaitan erat yaitu badak putih selatan.

Ahli biologi dari Institut Leibniz untuk Penelitian Kebun Binatang dan Satwa Liar di Jerman, Thomas Hildebrandt, mengatakan bahwa seluruh tim telah mengembangkan dan merencanakan prosedur ini selama bertahun-tahun.

Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved