Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Tinggal 2 Ekor Betina di Dunia, Ilmuwan Kembangkan Program Bayi Tabung Badak Putih Utara

Mengutip Live Science, ada dua embrio yang saat ini dilakukan eksperimen di laboratorium dan diharapkan bisa tumbuh hingga dewasa

Editor: Finneke Wolajan
Daily Nation/NATION MEDIA GROUP
Inilah Sudan, badak putih utara jantan terakhir di dunia. Senin (19/3/2018), tim konservasi Kenya mengonfirmasi Sudan mati akibat komplikasi penyakit yang diderita. 

Pada tahun 2008, badak putih utara jantan terakhir bernama Sudan mati dan hanya menyisakan dua anggota spesies (saat ini) betina bernama Najin dan Fatu.

Najin dan Fatu lahir di Kebun Binatang Dvr Kralove, Republik Ceko, dan sekarang tinggal di 01 Pejeta Conservancy di Kenya.

Awalnya ada permasalahan yang dialami oleh peneliti yaitu sulitnya membawa embrio dari kedua badak putih utara tersebut.

Karena Najin terlalu tua, dan Fatu memiliki masalah rahim yang membuatnya tidak mungkin hamil.

Namun pada akhir Agustus, para ilmuwan berhasil memanen telur dari kedua badak betina itu.

Para peneliti kemudian menggunakan prosedur yang disebut injeksi sperma intra sitoplasma, untuk membuahi telur dengan sperma beku dari dua jantan badak putih utara bernama Suni dan Saut.

Suni meninggal pada 2014, dan Saut meninggal pada 2006.

Peneliti di Laboratorium Avantea di Cremona, Italia, Cesare Galli, menyatakan dari 10 telur yang dipanen, terdapat tujuk yang cocok untuk dilakukan pembuahan.

Pada akhirnya, hanya dua yang matang menjadi embrio yang hidup. Keduanya diciptakan dengan telur Fatu dan sperma Suni.

Embrio kini telah dibekukan untuk mengawetkannya agar dapat dipindahkan di masa mendatang.

Menyimpan subspesies

Untuk membawa embrio ke term atau rahim badak putih selatan betina, para ilmuwan masih harus menyempurnakan seni transfer embrio pada badak.

Para peneliti juga harus menemukan satu atau dua badak putih selatan yang sehat (Ceratotherium simum) agar dapat hamil dengan sesuai harapan.

"Lima tahun lalu, sepertinya produksi embrio badak putih utara adalah tujuan yang hampir tidak dapat dicapai dan hari ini kita memilikinya.

Ini pencapaian yang luar biasa dari seluruh tim memungkinkan kita untuk optimis mengenai langkah kita selanjutnya," kata Direktur komunikasi dan proyek internasional di Kebun Binatang Dvr Kralove, Jan Stejskal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved