Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pariwisata di Sulawesi Utara, Bintang Bersinar dari Timur

Pertumbuhan sektor pariwisata di Sulawesi Utara pesat. Hal ini membuat Sulut menyabet predikat The Rising Star Tourism Indonesia

Penulis: Finneke Wolajan | Editor: Finneke Wolajan
Tribun Manado/Finneke Wolajan
Sunset di Kota Manado 

Dulu Kanwil Bea Cukai hanya ada di Makassar, sekarang di Sulut punya Kanwil Bea Cukai Sulbagtara. Lalu, perhubungan menyangkut perizinan rute penerbangan.

Semua tuntas, pariwisata lancar. Olly mengakui, melancarkan lobi-lobi, kebetulan ia punya banyak teman dan kenalan, semasa dari Anggota DPR RI dulu. "Nggak ada orang hebat sendiri, orang jadi hebat karena punya banyak teman," kata Ketua DPD PDIP Sulut ini.

Lobi-lobi, dan atasi hambatan regulasi itu langkah sesudahnya. Siapa sangka booming pariwisata ini diawali kisah lumba-lumba dan captikus.

Mamalia laut, dan minuman keras tradisional Minahasa ini rupanya punya peran penting. Gubernur Olly sampai ketawa ketika mengisahkannya. Olly mengatakan, ia belum jadi Gubernur saat itu, sekitar tahun 2015.

Duduk ngobrol ngopi dengan pakar marketing, diskusi membangun Sulut ketika menjadi gubernur nanti. Jawabannya ketemu, ternyata paling gampang pariwisata. "Sasarannya Tiongkok, lagi punya banyak uang, dan warganya senang bepergian, " ungkap dia.

Satu kali terintislah sebuah jalan. Ketemu pengusaha asal Cina namanya Wiliam. Gubernur Olly pun menjamu rombongan Cina yang pertama kali datang ke Sulut. "Diajak makan di Restoran City Ekstra, kemudian diajak ke Bunaken, " kata dia.

Mungkin kebetulan, atau memang sudah jalannya Tuhan. Di tengah laut muncul lumba-lumba bermain di sekitar kapal yang ditumpangi
"Turis Cina ini rupanya senang, mereka foto-foto. Terus saya sampaikan saja, di Sulut ini memang begini, banyak lumba-lumba, " ujar Mantan Anggota DPR RI ini tertawa.

Lain lumba-lumba, lain lagi captikus. Menguatkan kearfian lokal maka Olly menawarkan minuman captikus. Merasa tertantang, para turis diminum saja captikus itu, rupanya kunjungan itu berkesan. Sampai diliput media Cina. Maka kemudian datang lagi rombongan berikutnya.

Peluang terbuka, Februari 2016 dilantik, Gubernur bergerak cepat langsung urus kerjasama dengan travel, hingga melobi Owner Lion Air, Rusdy Kirana. "Pak Rusdi ini bantu juga, Pak Gubernur mau pesawat apapun dikasih tapi izin urus sendiri," ungkapnya.

Izin belum ada, tapi tiket sudah terjual, penerbangan perdana bahkan sudah ditentukan jadwalnya, 3 Juni 2016 sampai Mei 2016, izin penerbangan belum juga keluar.

Lobi ke Menteri Perhubungan ketika itu Ignasius Jonan masih mentok, bahkan sepekan jelang penerbangan perdana izin tak kunjung keluar. Gubernur langsung melancarkan lobi ke Presiden Jokowi. "Presiden langsung telepon Menteri Ijo (Ignasius Jonan)," kata dia.

Singkat kata, izin akhirnya keluar. Penerbangan perdana sukses. Lion Air bahkan membuka rute penerbangan di 8 kota di Cina, tak hanya charter flight, bahkan reguler flight. Pariwisata Sulut, booming kunjungan wisatawan Cina.

Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Likupang

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Minahasa, Sulawesi Utara , telah disetujui Dewan Nasional KEK. Kawasan KEK ini akan segera disulap infrastrukturnya. Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengatakan, pemerintah pusat menganggarkan Rp 100 miliar untuk pembenahan infrastruktur pelabuhan di sekitar kawasan Likupang.

Jokowi Tinjau Lokasi KEK Likupang
Jokowi Tinjau Lokasi KEK Likupang (Istimewa)

Itu belum termasuk proyek Jalan Bandara-Likupang, lalu proyek infrastruktur strategis lainnya yang dikerjakan di Sulut yaitu perluasan Bandara Internasional Sam Ratulangi, jalur kereta api Manado-Bitung, jalan tol Manado-Bitung, Manado Outer Ring Road III dan TPA Regional.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved