Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pariwisata di Sulawesi Utara, Bintang Bersinar dari Timur

Pertumbuhan sektor pariwisata di Sulawesi Utara pesat. Hal ini membuat Sulut menyabet predikat The Rising Star Tourism Indonesia

Penulis: Finneke Wolajan | Editor: Finneke Wolajan
Tribun Manado/Finneke Wolajan
Sunset di Kota Manado 

Sulut tahun ini memiliki tiga event unggulan masuk dalam 100 Wonderful Event 2019 yakni Festival Pesona Bunaken, Tomohon International Flower Festival, dan Festival Pesona Selat Lembeh. Di samping itu, tahun 2019 Sulut mengelar 14 event unggulan di 15 kota dan kabupaten se-Sulut. Pergelaran seperti ini pun menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk lebih mengenal budaya di Sulawesi Utara.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan pariwisata Sulawesi Utara khususnya Kota Manado memiliki pertumbuhan tertinggi, dalam empat tahun terakhir yakni tumbuh sebesar 6 kali lipat atau 600 persen. Sehingga layak mendapat penghargaan sebagai The Rising Star.

“Dalam 4 tahun kunjungan wisman ke Sulut meningkat 6 kali lipat. Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 sampai 10 persen,” kata Arief Yahya.

Turis Tiongkok Mendominasi

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara, Jumlah kunjungan wisman selama tahun 2017 merupakan yang tertinggi dalam periode lima tahun, sejak 2013 yaitu sebesar 79.377 kunjungan. Tahun 2013:19.917 wisman, 2014: 17.279, 2015: 19.465, 2016: 40.624.

Melonjaknya wisatawan pada tahun 2017 tersebut menjadi langkah awal gema pariwisata di daerah Nyiur Melambai ini. Segala upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk meningkatkan jumlah wisman yang datang ke Sulawesi Utara membuahkan hasil. Capaian 2017 naik 95,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Wisman Tiongkok bersantai di Jendela Indonesia Manado belum lama ini.
Wisman Tiongkok bersantai di Jendela Indonesia Manado belum lama ini. (Tribun Manado/Fernando Lumowa)

Tahun 2018, jumlah wisatawan makin naik, yakni 124.830 turis mancanegara. Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Daniel Mewengkang mengatakan, jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan sebanyak 115.826 turis. Sementara capaian wisatawan nusantara mencapai 1,9 juta orang. "Di banding tahun 2017 ada kenaikan hingga 56.48 persen kunjungan wisatasan asing di 2018," ujarnya.
Adapun target Dispar Sulawesi Utara di tahun 2019 adalah 150.000 wisman dan 2 juta wisatawan nusantara.

Sementara untuk jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Sulawesi Utara pada semester I tahun 2019 sudah mencapai 61. 930 orang, sesuai data BPS Sulut. Pemerintah tetap optimis akan mencapai bahkan melampaui target 150 ribu wisawatan mancanegara. Apalagi menjelang akhir tahun ini, wisatawan makin melonjak di Sulawesi Utara.

Sejak tahun 2016 turis tiongkok masih mendominasi dan jauh di atas wisman dari negara lainnya seperti Amerika, Australia, Jerman, Belanda dan negara lainnya. Kepala BPS Sulut, Dr Ateng Hartono mengatakan, turis Tiongkok sangat dominan karena program kerja sama penerbangan langsung dari sejumlah kota di Manado. "Fenomena ini berlangsung sejak tahun 2016 lalu. Sejak ada program penerbangan carter, angka wisman Tiongkok langsung melonjak," ujar Ateng.

Upaya Pemprov Sulut Bangun Pariwisata

Pesatnya pertumbuhan pariwisata yang memberi efek domino pada sektor ekonomi di Sulawesi Utara tak lepas dari tangan dingin Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw. Kerja keras keduanya membuat Sulawesi Utara menjelma jadi daerah The Rising Star Tourism.

Dalam waktu beberapa tahun terjadi pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 600 persen Gubernur Olly Dondokambey berkisah seluk beluk upayanya demi memajukan pariwisata Sulut, ketika menjamu para pimpinan Grup Tribun di rumah pribadinya, Desa Kolongan, Minahasa Utara, Sulut, Sabtu (13/07/2019).

"Sekarang ini kami tak lagi promosi wisata, soalnya nanti bandara macet. Banyak yang datang Bandara yang sekarang nggak cukup menampung, " kata Olly.

Sebab itu, Presiden Joko Widodo datang langsung cek Bandara Sam Ratulangi di Sulut. Presiden langsung memerintahkan perluasan Terminal Bandara agar bisa menampung 6 juta penumpang, lalu runaway ditambah lebih panjang untuk pesawat berbadan besar.

 Gubernur Olly Dondokambey ketika mengunjungi bakal KEK Pariwisata, Likupang,  Minahasa Utara
 Gubernur Olly Dondokambey ketika mengunjungi bakal KEK Pariwisata, Likupang,  Minahasa Utara (Istimewa)

Mengurus pariwisata, sebenarnya triknya mengatasi regulasi menghambat. Contohnya Imigrasi. Penerbangan mancanegara itu butuh pelayanan petugas imigrasi, ini ranahnya Menkumham. Kemudian, Bea Cukai.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved