Breaking News:

Tajuk Tamu

Kota Tinutuan, Satu Dalam Harmoni NKRI

Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Nasional Media tahun 2019 kategori Artikel Opini Media Cetak/Siber (Individu). Tema Persatuan & Kerukunan Bangsa

Intimewa
Megariza Runtuwene 

Selain pesona keberagaman Agama, Suku, Budaya dan Bahasa daerah, Manado juga memiliki pesona alam yang bak nirwana, diberkati dengan alam yang indah, salah satu keindahan Manado yang sudah mendunia adalah pesona bawah lautnya, yaitu Destinasi wisata Bunaken Sea Park. Selain Bunaken ada begitu banyak destinasi-destinasi wisata yang tidak kalah indahnya, seperti Rumah Alam Manado Adventure Park, Air Terjun Kima Atas, Pulau Lihaga, Taman Laut Tumbak, Pulau Manado Tua, Pulau Siladen, Pantai pasir putih Pulisan yang lengkap dengan fasilitas alami bukit savana yang menyodorkan rumput hijau nan asri.

Selain itu, ada juga destinasi wisata yang menjadi simbol perdamaian dan kerukunan antar umat beragama, destinasi wisata ini terletak 50 Km sebelah Selatan Manado, di tempat wisata ini orang-orang dari berbagai Agama datang berkumpul dan berdoa sesuai dengan kepercayaan masing-masing, nama destinasi wisata ini adalah Bukit Kasih Kanonang. Di pintu masuk Bukit Kasih ini terdapat sebuah tugu Toleransi setinggi 22 Meter dan di dalam tugu tersebut terdapat kutipan simbol dari masing-masing Agama yang dianut masyarakat Manado.

Manado menjelma persis seperti Tinutuan, dengan segala keberagamannya yang meliputi keberagaman Agama, suku, budaya, bahasa daerah, bahkan aneka varian destinasi wisata tapi masyarakatnya tetap hidup damai dalam satu harmoni, penuh persatuan dan kerukunan.
Budaya hidup damai, dalam satu harmoni, masyarakat Manado, dipengaruhi oleh filosofi sang Legenda Manado, sekaligus Pahlawan Nasional Indonesia, Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau lebih dikenal dengan nama Dr. Sam Ratulangi, dimana beliau mencetuskan tentang 'Si Tou Timou Tumou Tou' yang artinya Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain.

Jadi, manusia tidak hidup untuk diri sendiri, melainkan untuk berbuat bagi sesama, lingkungan sekitar, bangsa dan negara. Filosofi tersebut yang telah membentuk budaya para Kawanua (julukan untuk orang Manado), untuk saling tolong menolong, gotong royong, saling menjaga, saling mengisi. Hanya di kota Manado saja, anda bisa minta bahan-bahan masak seperti (bawang, rica, tomat) kepada tetangga, hanya di kota Manado, anda bisa makan sepuasnya di rumah orang lain, karena orang Manado sangat hobby membuat pesta perayaan (acara), karena itu, jika anda tinggal di Manado, anda tidak akan kelaparan, karena hampir setiap hari ada acara makan-makan.

Selain itu, ketika ISU SARA nan provokatif kerap dimainkan di kancah perpolitikan nasional, untuk memecah belah umat beragama, masyarakat Manado terbukti tidak mudah terprovokasi. Seperti saat kedatangan Habib Bahar di tanah Toar Lumimuut dalam rangka menghadiri Haul Akbar ke-7 ayahandanya, Al Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith pada 15 Oktober 2018 lalu, yang digelar di Masjid Habib Alwi bin Smith, kelurahan Karame, kota Manado. Ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan tindakan provokatif, tapi terbukti masyarakat Manado tidak mudah diprovokasi, karena faktanya Habib Bahar menyelesaikan agendanya di Manado dengan lancar.

Selain itu, hanya di Manado, anda akan temukan, ketika hari raya umat Kristiani, umat Muslim menjaga dan mengamankan Gereja. Seperti yang terjadi, saat Malam Natal, 24 Desember 2013 Silam, di Gereja Katedral Manado, saat itu, ribuan umat Katolik sedang melakukan Misa Vigili Natal, sementara dibagian luar Gereja, berjaga aparat Kepolisian, dibantu Organisasi Pemuda Muslim yang turut mengamankan misa Vigili Natal.

Sebaliknya, ketika hari raya umat Muslim, giliran umat Kristiani yang turun menjaga dan mengamankan Masjid. Seperti yang dilansir dari viva.co.id, edisi 5 Juni 2019, saat umat muslim shalat Idul Fitri 1440 Hijriah, di Masjid Agung Awwal Fathul Mibien, Kelurahan Islam, Manado, di luar Masjid, kaum Kristiani dari 2 Ormas beda Gereja, sedang berjaga, yaitu Ormas Panji Yosua dari GMIM (Kristen Protestan) dan Legium Christum (LC) dari Katolik. Tidak hanya sampai disitu, semua hari besar/hari raya lintas Agama di Kota Manado, pasti menjadi ramai, tak perduli Agama apapun yang berhari raya, semua masyarakat turut memeriahkan perayaan.

Karena itu, tidak heran, jika malam Takbiran, dijalan-jalan pusat kota Manado begitu ramai, bukan hanya umat muslim yang Takbiran tapi umat Kristiani pun ikut Takbiran. Ketika hari raya Imlek, jalan dan pusat pertokoan diramaikan dengan Barongsai dan masyarakat Manado lintas Agama, lintas Suku, lintas Etnis, lintas Budaya menikmati sajian tersebut dengan gembira. Disini terlihat jelas, ketika ada isu-isu perpecahan, masyarakat Manado justru makin memperkuat silaturahmi persaudaraan demi terciptanya kerukunan selalu.

Di Manado, kami tidak mengenal kata perbedaan Agama, perbedaan Suku, perbedaan Ras ataupun Golongan, di Manado ini kami hanya mengenal kata 'TORANG SAMUA BASUDARA' KARENA 'TORANG SAMUA CIPTAAN TUHAN'. Pemuka Agama kota Manado, sangat suka duduk bersama dalam satu harmoni, inilah yang diteladani masyarakat Manado dari para pemuka Agama. Karena budaya Toleransi tinggi, yang dianut masyarakat Manado, tidak heran, Manado menduduki peringkat ke-4 sebagai kota paling Toleran di Indonesia tahun 2018, setelah Singkawang, Salatiga, dan Pematang Siantar. Penghargaan ini diberikan oleh Setara Institute dan dimuat dalam Liputan 6 edisi 08 Desember 2018, setelah pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 2017, Manado menduduki posisi pucak sebagai kota paling Toleran di Indonesia, versi Setara Institute.

Saat ini, dibawah kepemimpinan walikota GSV Lumentut, perwajahan kota Manado di ubah menjadi 'Smart City' . Inilah kota Manado, kotanya para kawanua, kota yang terletak di ujung Jazirah Utara pulau Sulawesi, dengan luas wilayah daratan 15.726 Hektare dan garis pantai sepanjang 18,7 Kilometer. Kota yang perairannya pernah ditemukan spesies ikan purba Coelacanth dan kota yang terkenal dengan semboyan 3B : Bunaken, Bibir Manado dan Bubur Manado.

Halaman
123
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved