Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lifestyle

Keliru, Ini Pola Asuh yang Justru Hancurkan Kepercayaan dan Harga Diri Anak

Beberapa pengasuhan juga alih-alih membuat anak menjadi 'sempurna', justru membuat mereka tumbuh dengan tidak percaya diri

Editor: Finneke Wolajan
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap orang tua ingin anak-anak merasa nyaman dengan mereka.

Berbagai cara pun mereka lakukan untuk mendidik anak-anak mereka.

Beberapa orang tua menganggap itu hal wajar yang dilakukan orang tua yang baik dan penyayang, tapi justru hal sebaliknya yang terjadi.

Beberapa pengasuhan juga alih-alih membuat anak menjadi 'sempurna', justru membuat mereka tumbuh dengan tidak percaya diri.

Bahkan bisa saja anak-anak menganggap harga diri mereka rendah.

Berikut adalah tujuh kesalahan pengasuhan yang menghancurkan kepercayaan diri anak-anak dilansir dari CNBC:

Baca: 7 Minuman Pengganti Kopi yang Bikin Mata Melek, dari Matcha tea Hingga Kombucha

Baca: 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan

Baca: 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh

Membiarkan mereka lepas dari tanggung jawab

Anda mungkin berpikir pekerjaan rumah atau aktivitas-aktivitas lain akan membebani anak-anak Anda dan menambah tingkat stres mereka, tapi bukan berarti melarangnya dalam melakukan sesuatu.

Membiarkan anak melakukan tugas yang sesuai dengan usia membantu mereka merasakan penguasaan dan pencapaian.

Jadi, Anda bisa memberi tahu anak Anda untuk membantu mencuci pakaian atau membuang sampah, tanggung jawab adalah kesempatan bagi anak-anak untuk melihat diri mereka mampu dan kompeten.

Mencegah mereka melakukan kesalahan

Sulit untuk menyaksikan anak Anda gagal, ditolak atau mengacaukan sesuatu.

Ketika ini terjadi, begitu banyak orangtua yang bergegas menyelamatkan anak-anak sebelum mereka jatuh.

Tetapi mencegah mereka dari membuat kesalahan justru akan merampas kesempatan mereka untuk belajar bagaimana bangkit kembali.

Biarkan anak Anda sesekali gagal ketika mengerjakan tugas sekolah atau gagal dalam suatu kompetisi, kesalahan bisa menjadi guru terbesar dalam hidup.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved