Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lifestyle

Keliru, Ini Pola Asuh yang Justru Hancurkan Kepercayaan dan Harga Diri Anak

Beberapa pengasuhan juga alih-alih membuat anak menjadi 'sempurna', justru membuat mereka tumbuh dengan tidak percaya diri

Editor: Finneke Wolajan
Ilustrasi 

Mengharapkan kesempurnaan

Harapan yang tinggi itu sehat, tetapi terlalu banyak berharap memiliki konsekuensinya.

Ketika anak-anak memandang harapan terlalu tinggi, mereka mungkin tidak akan repot mencoba atau mereka mungkin merasa seolah-olah mereka tidak akan pernah berhasil.

Sebaliknya, berikan harapan yang jelas untuk jangka panjang dan tetapkan tonggak di sepanjang jalan.

Contoh kecilnya, ketika orang tua ingin anak bisa kuliah dijadikan sebagai harapan jangka panjang.

Untuk mewujudkan harapan jangka panjang, buat harapan jangka pendek sebagai tonggak mencapai harapan jangka panjang, misalnya dengan mengasah minat anak atau disiplin dalam mengerjakan tugas.

Menghukum, bukannya mendisiplinkan

Anak-anak perlu belajar bahwa beberapa tindakan mengarah pada konsekuensi serius.

Tetapi ada perbedaan besar antara disiplin dan hukuman.

Anak-anak yang disiplin berpikir, “Saya membuat pilihan yang buruk.” Anak-anak yang dihukum berpikir, “Saya orang jahat.”

Dengan kata lain, disiplin memberi anak Anda kepercayaan diri bahwa mereka dapat membuat pilihan yang lebih cerdas, lebih sehat di masa depan, sementara hukuman membuat mereka berpikir mereka tidak mampu melakukan yang lebih baik.

Artikel ini tayang di intisari.grid.id dengan judul Dianggap Dilakukan Orang Tua Baik dan Penyayang, 7 Kesalahan Pengasuhan Ini Justru Hancurkan Kepercayaan dan Harga Diri Anak

Sumber: Grid.ID
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved