Klasterisasi Perguruan Tinggi

Sistem Klaster Perguruan Tinggi, Akademisi Unika De La Salle Soroti Peran Hakiki Kampus

Praktisnya, lanjut doktor filsafat lulusan Belgia ini, mengejar predikat tersebut akan bermuara pada usaha mengejar status.

Sistem Klaster Perguruan Tinggi, Akademisi Unika De La Salle Soroti Peran Hakiki Kampus
ISTIMEWA
2 Mahasiswa Unsrat yang Sedang KKT di Lokasi TMMD di Kabupaten Kepulauan Talaud. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) membuat klaster terhadap seluruh perguruan tinggi (PT) negeri dan swasta, baik vokasi maupun non-vokasi.

PT terbaik masuk dalam klaster 1, selanjutnya klaster 2, dan seterusnya.

Di Sulawesi Utara, Universitas Sam Ratulangi Manado berhasil masuk dalam posisi 27 (klaster 2) dari 2.141 PT non-vokasi, sementara Politeknik Negeri Manado masuk dalam urutan 11 (klaster 2) PT vokasi.

Klasterisasi tersebut digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas PT di Indonesia.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, klasterisasi tersebut untuk mendorong perguruan tinggi Indonesia semakin maju dan masuk ke kelas dunia (world class university).

“Dorongan ini menjadi sangat penting. Kalau kita sudah sampaikan ini, kita bisa lakukan pemetaan. Tujuannya pemetaan perguruan tinggi Kemenristekdikti bagaimana membuat kebijakan masing-masing yang ada di perguruan tinggi nanti, supaya nanti ke depan kita bisa mewujudkan perguruan tinggi berkualitas," kata Nasir seperti dikutip dari ristekdikti.go.id, Minggu (18/8/2019).

Nasir mengatakan, saat ini Kemenristekdikti sedang mengusulkan kepada Presiden Jokowi dan Kemenkeu agar PT dengan peringkat tertinggi mendapatkan apresiasi.

Apresiasi tersebut diusulkan berbentuk endowment fund atau dana abadi untuk dialokasikan bagi riset di perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

"Kami ingin ajukan skema, siapa yang bisa masuk itu akan ada 'endowment fund' yang kami bangun, kami ajukan ke Presiden, saya mohon Rp 10 triliun untuk awal, supaya nanti kita bisa kembangkan untuk riset di perguruan tinggi tersebut, tapi bagaimana mekanismenya nanti kami akan atur. Ini bagaimana kita dorong perguruan tinggi kita bersaing lebih baik," ungkap Nasir.

Ia juga menegaskan, saat ini tidak ada dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), karena yang terpenting adalah kualitasnya.

Halaman
123
Penulis: David_Manewus
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved