Briptu Heidar Meninggal Setelah 6 Jam Tersandera: Cerita Penyanderaan KKB Papua

Anggota Polisi Briptu Heidar ditemukan dalam kondisi tidak bernyata setelah lebih enam jam disandera sekelompok orang

Briptu Heidar Meninggal Setelah 6 Jam Tersandera: Cerita Penyanderaan KKB Papua
facebook/TPNPB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TIMIKA - Anggota Polisi Briptu Heidar ditemukan dalam kondisi tidak bernyata setelah lebih enam jam disandera sekelompok orang di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8). Bripka Alfonso Wakum, selamat setelah sempat sembunyi di semak-semak.

Briptu Heidar anggota Polda Papua hilang sejak pukul 11.00 WIT diduga disandera Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB. Setelah 6 jam 30 menit dinyatakan hilang, Briptu Heidar akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal,  pada sore hari, tak jauh dari lokasi pengadangan.

Baca: Megawati Bicarakan Mahathir: Sinyal Prabowo Maju di 2024?

"Briptu Heidar ditemukan pukul 17.30 WIT dalam keadaan meninggal dunia. Lokasinya tidak jauh dari tempat penyanderaan," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, di Jayapura, kemarin.

Briptu Heidar merupakan anggota Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Polda Papua. Jasad Briptu Heidar kemudian dievakuasi ke Puskesmas Ilaga, dan rencananya diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan. Kombes Kamal belum bisa mengkonfirmasi penyebab Briptu Heidar tewas. Hal ini dikarekana pada lokasi kejadian, jaringan telekomunikasi sangatlah terbatas.

Menurut Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal, peristiwa penyanderaan terjadi sekitar pukul 11.00 WIT. Ketika itu, Briptu Haidar bersama Bripka Alfonso Wakum, rekannya, tengah menyelidiki satu kasus di wilayah Kabupaten Puncak. Mereka mengendarai sepeda motor.

Setibanya di Kampung Usir, Briptu Heidar dipanggil oleh temannya sehingga Bripka Alfonso menghentikan kendaraannya.  Selanjutnya, Briptu Heidar menghampiri temannya tersebut, sedangkan Bripka Alfonso menunggu di atas motor.

Bripka Alfonso yang melihat kejadian itu langsung bersembunyi di semak-semak dan menunggu suasana kondusif. Ia sempat bersembunyi di semak-semak. Ketika situasi aman, ia melaporkan insiden yang dialaminya. Setelah kejadian tersebut, Bripka Alfonso kembali ke markas mengendarai sepeda motor dan melaporkan peristiwa tersebut ke pos polisi di Kago, Kabupaten Puncak.

"Setelah kejadian, Bripka Alfonso kembali dengan sepeda motor dan melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago Kabupaten Puncak," kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Senin petang.

Baca: Waspadai Penumpang Gelap: Gerindra Berikan Penjelasan

Menurut Kamal, Polda Papua telah berkoordinasi dengan aparat TNI untuk mendekati para tokoh masyarakat Puncak. Saat ini Kapolres Puncak Jaya, Bupati, dan para tokoh masih bernegosiasi terhadap kelompok tersebut.

"Selain itu kami juga meminta untuk segera membebaskan anggota kami, selama ini anggota kami melaksanakan tugas di daerah tersebut tidak memiliki catatan buruk, tetapi selalu aktif berkomunikasi dengan warga setempat," kata Kamal.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved